Beranda > Profile

Peggy, Akhwat Bergerak Mendukung SKDI

18 Jul 2014

Kolaborasi kemanusiaan dalam berbagai wujud kepedulian terhadap sesama bisa melibatkan berbagai kalangan. Hasrat untuk mewujudkan visi kepedulian itu lahir dari Peggy Melati Sukma, artis pemain sinetron yang aktif di lembaga sosial. Berawal dari program Urban Syi’ar Project, gagasan besar dicetuskan artis senior Peggy Melati Sukma itu,  menghasilkan program yang berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yaitu Gerakan 10.000 Muslimah  Membumikan Al-Qur’an. Program yang ditujukan untuk kalangan masyarakat perkotaan tersebut, terdapat dua pilar besar yang menjadi komponennya antara lain “Muslimah Baca Qur’an” dan “Muslimah Kaji Qur’an.”
 
Dalam aplikasinya, Peggy dan ACT akan menjalankan satu pilar yaitu “Muslimah Kaji Qur’an”. Pada program kali ini, target yang akan dicapai seluruh kota di Indonesia terutama Indonesia bagian timur. Ia mengatakan, pihaknya akan menargetkan sedikitnya 500 muslimah setiap kali kajian dari 20 kajian yang dijadwalkan sehingga dari seluruh kajian tersebut bisa memenuhi target 10.000 muslimah.
 
“Kami akan roadshow di Indonesia bagian timur, kami akan membuat kajian untuk 500 muslimah di setiap pertemuan dari 20 pertemuan yang terjadwal,”ungkap Peggy. Tujuan utama dari program Muslimah Kaji Al-Qur’an ini, lanjut Peggy, agar para muslimah mampu memahami maknanya serta mengembangkan program ini dengan cakupan yang lebih luas lagi.
 
Di sela-sela implementasi programnya, Peggy bersama ACT akan mendorong para muslimah agar tergerak untuk berdonasi untuk membantu saudara-saudara muslimah yang berada di belahan bumi lainnya. Program ini akan mendukung program ACT yaitu program Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam (SKDI). Untuk menambah semangat dan daya tarik muslimah dalam berdonasi, Peggy juga memasukan karyanya berupa buku ke-3 ke dalam paket donasi. Bagi para muslimah akan mendapatkan buku Peggy: Kujemput Engkau di Sepertiga Malam bagi yang berdonasi. “Ini tentang perjalanan hidup saya mengkaji Al-Qur’an dan kembali kepada Tuhan saya,” katanya.
 
Di satu sisi, Urban Syi’ar Project yang merupakan payung besar program ini, masih memiliki turunan program lain yang bernama Amazing Muslimah. Kali ini, program ini lebih mengedepankan pemahaman tentang agama, produktivitas atas dasar iman, dan implementasinya hanya berdasarkan sumber Qur’an dan Sunnah. “Walhasil, apa yang telah dipelajari dan dijalankan setiap muslimah, semuanya selaras dengan apa agama. Dari situlah tercipta gelombang kebajikan dan perubahan bagi muslimah seperti yang telah lama digerakkan oleh ACT dan institusi-institusi Islam lainnya,” pungkasnya. n Erwin Santoso