Beranda > Profile

Teddy SNADA Sebarkan Virus Filantropi

18 Jul 2014

 
Mulai bergabung dengan grup nasyid SNADA tahun 2000 lalu, Teddy Tardiyana yang biasa akrab dipanggil Kang Teddy ini, mulai merambah dunia industri musik secara profesional, hal yang sebelumnya sebatas hobi. “Awal masuk ke dunia musik, tak sengaja. Saat itu Agus Idwar, salah seorang personel SNADA yang juga sahabat saya, menawarkan ikut bergabung dengan SNADA menggantikan beliau yang makin banyak kesibukan,” tutur Teddy.
 
Dari sinilah ia berinteraksi dengan berbagai lembaga kemanusiaan termasuk dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Sejak bersama SNADA-lah, keberkahan hidupnya muncul, Ia bisa mendedikasikan hidupnya di dunia kemanusiaan. “Bernasyid itu tidak hanya bermusik,” tegasnya dengan lantang. Sejak menjadi supervolunteer ACT, Teddy merasa ide-denya selaras dengan visi misi yang diemban ACT.

"Semalam saya dapat ide dan saya sampaikan kepada Pak Ahyudin, Presiden ACT. Alhamdulillah disambut baik. Ide dan pikiran saya akan diwujudkan karena satu visi dengan ACT,” ungkap alumnus Universitas Pasundan (Unpas) tahun 1992 ini. Sehari menjelang ulang tahun ACT ke-9, 21 April 2014, Kang Teddy bersama sahabatnya Dwiki Dharmawan dan Nurman Priatna Direktur CSC-ACT, berhasil menyelesaikan themesong ACT 2014 “Kumau Dunia”. Lagu bergenre jazz ini ia nyanyikan sempurna meskipun diproses hanya semalam. Kumau Dunia terinspirasi sepak terjang ACT selama 9 tahun, mengajak semua orang bersatu untuk kemanusiaan. Lagu ini dipesembahkan untuk korban bencana, baik bencana alam ataupun bencana sosial. “Karena lirik lagunya global, sengaja musiknya bergenre jazz," ujar alumnus SMA 8 Bandung ini.
 
Minggu, 8 juni 2014 lalu, di ruang Meeting Kantor ACT Menara 165 Lantai 11, Kang Teddy sukses menggelar Sarasehan Pegiat Nasyid Nasional, dihadiri 60 munsyid dari duabelas daerah antara lain Semarang, Bandung, Jambi, Palembang, dan Jabodetabek. “Kita ingin membantu nasyid-nasyid yang ingin berkembang. Memperlihatkan bagaimana nasyid bisa terus berkembang di tengah naik turunnya industri musik Indonesia,”kata dia. Saat ini Teddy tengah menyiapkan sejumlah buku bernuansa kefilantropian. Selain itu ia dalam waktu dekat siap menggelar pelatihan menulis.”Kami akan menyelenggarakan pelatihan menulis untuk remaja agar dalam usia lebih dini seseorang bisa menulis dan menularkan virus filantropinya untuk banyak orang,” pungkasnya. Jelang Ramadhan Teddy berencana meluncurkan album nasyid terbarunya. "Hasil penjualannnya diwakafkan untuk kemanusiaan," ujar munsyid yang pernah menjadi passenger handling di salah satu maskapai penerbangan di Surabaya, selain karyawan di Pasar Raya Jakarta dan terakhir dan paling lama, bekerja di sebuah perusahaan Advertising di Jakarta ini.  Muhajir