Beranda > Features

Sekarang Air Sudekat

18 Jul 2014

Warga Pulau Kera, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggra Timur (NTT) sudah bias tersenyum, bergembira saat air bersih yang dibangun ACT bekerja sama dengan mitra LAZ Yaumil PT Badak NGL Bontang itu mengalir dan siap disuplai untuk kebutuhan air minum, mandi dan mencuci.
 
Sekarang air su..dekat, listrik sudah nyala, tinggal semangatnya cari ikan. Saya berterima kasih sekali kepada ACT yang telah memberikan perhatian kepada warga kami di Pulau Kera. Sebelumnya kami bingung minta bantuan ke mana untuk warga kami di sini. Kami hanya pasrah saja, apa yang kami dapat dari nelayan kami makan, tidak dapat diam diri saja di pulau Kera ini,” sahut Oyang, salah seorang nelayan warga Pulau Kera.
 
Pembangunan instalasi air bersih dan listrik di Pulau Kera bukan tanpa hambatan. Menurut Dede Abdul Rohman, diawali sosialisasi program kepada masyarakat, survey lokasi, hingga mencari bahan-bahan yang diperlukan sangat sulit dicari di Kupang dan sangat mahal. Mengangkut material pun dengan menggunakan kapal kayu bermotor terkadang harus menghadang ombak yang tinggi saat cuaca kurang bersahabat. Belum lagi perahunya sempat mati di tengah lautan karena mesinnya terendam, ternyata perahunya bocor.
 
“Sempat terombang-ambing perahu di tengah lautan, sudah setengah jam masih belum bisa jalan dengan gelombang dan angin besar. Hanya satu harapan saya, mudah-mudahan ada kapal yang lewat,” kisah Dede. Sambil berdoa, mudah-mudahan mesin perahu yang terendam bisa hidup kembali, Dede dan Ust Ramli berusaha membuang air dan menutupi perahu yang bocor. Sedangkan ke daratan masih sekitar 25 menit perjalanan lagi.
 
“Aduuuh..! Kasihan melihat Ramdan, relawan ACT bagian instalasi listrik, dag dig dug jantungnya bergetar, mukanya pucat ketakutan karena baru pertama kali ke Pulau Kera,” ujar Dede, yang tak lama kemudian, alhamdulillah mesinnya bisa hidup kembali sambil memegangi perahunya yang bocor dan selamat sampai ke pelabuhan. Pekerjaan program intalasi air bersih mulai dari penggalian untuk pipa dari titik sumur yang disalurkan ke pemukiman warga sepanjang lebih dari 500 meter. Kemudian memasang tiang tower untuk menaroh tangki air dengan kapasitas dapat  enampung 2.300 lt air, dari pipa-pipa itu disalurkan air bersih ke masjid dan rumahrumah warga. Usai pembangunan sanitasi air, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan instalasi listrik dengan menggunakan mesin disel.
 
“Berkat partisipasi aktif masyarakat Pulau Kera, Alhamdulillah program ini berjalan dengan lancar. Sekarang sanitasi, instalasi air bersih dan listrik, warga pulau Kera sudah bisa menikmati,” ujar Dede haru, selama ini warga harus beli air bersih ke Kupang dengan harga Rp 2.500/jerigen berisi 5 liter ditambah ongkos perahu jadi Rp 5.000/jerigen. Antrian warga pun, tampak berduyunduyun mengambil air bersih di tengah perkampungan warga. Setetes air bagi warga Pulau Kera sangat berharga. Semoga bermanfaat. (Sudayat Kosasih)