Beranda > Ruang Pers

Press Release, 9 Januari 2013 : ACT Kelima Kalinya Kirim Tim Kemanusiaan ke Syria

21 May 2014
Aksi Cepat Tanggap kembali mengirimkan tim kemanusiaan ke Syria, Jumat (10/1/2014).  Tim Kemanusiaan SOS Syiria V ini dilatarbelakangi dengan landasan krisis kemanusiaan yang terjadi di Syria. Tim akan menyalurkan kebutuhan pokok berupa makanan dan pakaian musim dingin untuk anak-anak yatim di Aleppo, Syria.
 
Yusnirsyah, relawan yang akan berangkat ke Syria mengatakan, kondisi genting di Syria tak menyurutkan tekat ACT untuk mengerem kehancuran civil society di sana. Selain kebutuhan pangan, pakaian musim dingin sangat diperlukan. Pasalnya, kata Yusnirsyah, Syria saat ini masuk musim dingin. Selain tajuk besar Food for Syria, kata dia, pihaknya beserta relawan di Syria membantu palang merah  Syiria.
 
“Kondisi Syria sekarang semakin genting. Komunikasi pun lumpuh total. Namun begitu, kami akan terus mendistribusikan Food for Syria,”kata dia.
 
Tim SOS Syria V akan berangkat Jumat (10/1/2014) pukul 00.25. Diperkirakan, tim ACT akan sampai sekitar sepuluh jam kemudian. Di Syria, tim akan bertemu dengan relawan yang berada di Aleppo dan sesegera mungkin menyalurkan bantuan. Yusnirsyah tidak dapat memperkirakan akan berapa lama berada di Syria.
 
“Kita lewat jalan yang paling mudah. Kesulitan pasti ada, namun Insya Allah dengan bantuan doa dari kawan-kawan kita bisa menyalurkan bantuan sesegera mungkin,”ungkapnya.
 
Sebelumnya, pengiriman tim kemanusiaan SOS Syiria-ACT bukan kali ini saja. Tim pertama dan kedua menyampaikan bantuan logistik non-medis ke perbatasan Syiria, khususnya di Jordania dan Turki.  Di Jordania, ACT masuk ke kamp terbesar di Zaatari. Di Turki, ACT menjalin sinergi dengan sejumlah lembaga kemanusiaan yang berpusat di Istanbul. Baru pada Tim Ketiga, ACT mengirim tiga tenaga medis yaitu dua dokter satu perawat.  Pada Tim Keempat, ACT mengutamakan bantuan pangan yang mendesak untuk anak-anak.

Melalui pengiriman tim ini,  ACT berharap: Pertama, rakyat Indonesia tidak mati nurani, sadar untuk berpartisipasi konkret membantu sesama masyarakat sipil di belahan dunia lainnya demi peradaban yang berperikemanusiaan. Kedua, Pemerintah Indonesia segera menunaikan mandat kemanusiaan mendorong perdamaian di Suriah. Ketiga, Rakyat Indonesia maupun institusi kemanusiaan di Indonesia bersatu bersama elemen dunia mendorong perdamaian di Suriah.
 
Presiden ACT Ahyudin mengungkapkan, perang saudara di Suriah ini menelantarkan banyak jiwa. Menurut dia, hal ini tentu harus menjadi kepedulian masyarakat sipil di mana saja. Atas nama kemanusiaan, ACT hadir di tengah pengungsi Suriah. ACT risau karena wacana insan sedunia dihadapkan kemungkinan perang besar antara pihak “penghukum dan terhukum”.
 
 
Food for Syiria: More than Food
 
Dominasi isu bernuansa militerisme dunia, perlu perimbangan sikap masyarakat sipil dunia. “Terlepas dari perdebatan politik yang panjang di antara banyak pihak yang merepresentasikan pemerintah sejumlah negara atas krisis ini, ACT ingin konsisten berdiri di atas landasan kemanusiaan. Kami kirim tim kemanusiaan dengan tajuk Food for Syiria. Kebutuhan pokok berupa makanan, harus disiapkan menyangga masa-masa darurat lonjakan pengungsi di berbagai wilayah yang berbatasan dengan Syiria,” jelas N. Imam Akbari, Senior Vice President - Global Network Department ACT. Naif, jika tema kampanye Food for Syiria difahami pangan secara harfiah.
 
“Meskipun, pengungsi Suriah memang memerlukan bantuan pangan. ACT berkomitmen membantu pangan untuk pengungsi. Tapi Suriah dan negeri-negeri yang tengah dihancurkan civil society-nya, termasuk Mesir, Somalia, Palestina, etnik Rohingya di Myanmar, juga memerlukan ‘makanan peradaban’.  Kepedulian masyarakat sipil dunia itulah, makanan peradaban.
 
CP.
N. Imam Akbari, SVP Global Network Department ACT (0812-848-1466)
Nuky Surachmad, Public Relations ACT (0817-9999-888)