Beranda > Ruang Pers

Press Release, 9 Januari 2013 : ACT Kelima Kalinya Kirim Tim Kemanusiaan keSyria

16 Jun 2014
Aksi Cepat Tanggap kembali mengirimkan tim kemanusiaan ke Syria, Jumat (10/1/2014).  Tim Kemanusiaan SOS Syiria V ini dilatarbelakangi dengan landasan krisis kemanusiaan yang terjadi di Syria. Tim akan menyalurkan kebutuhan pokok berupa makanan dan pakaian musim dingin untuk anak-anak yatim di Aleppo, Syria.
 
Yusnirsyah, relawan yang akan berangkat ke Syria mengatakan, kondisi genting di Syria tak menyurutkan tekat ACT untuk mengerem kehancuran civil society di sana. Selain kebutuhan pangan, pakaian musim dingin sangat diperlukan. Pasalnya, kata Yusnirsyah, Syria saat ini masuk musim dingin. Selain tajuk besarFood for Syria, kata dia, pihaknya beserta relawan di Syria membantu palang merah Syiria.
 
“Kondisi Syria sekarang semakin genting. Komunikasi pun lumpuh total. Namun begitu, kami akan terus mendistribusikan Food for Syria,”kata dia.
 
Tim SOS Syria V akan berangkat Jumat (10/1/2014) pukul 00.25. Diperkirakan, tim ACT akan sampai sekitar sepuluh jam kemudian. Di Syria, tim akan bertemu dengan relawan yang berada di Aleppo dan sesegera mungkin menyalurkan bantuan. Yusnirsyah tidak dapat memperkirakan akan berapa lama berada di Syria.
 
“Kita lewat jalan yang paling mudah. Kesulitan pasti ada, namun Insya Allahdengan bantuan doa dari kawan-kawan kita bisa menyalurkan bantuan sesegera mungkin,”ungkapnya.
 
Sebelumnya, pengiriman tim kemanusiaan SOS Syiria-ACT bukan kali ini saja. Tim pertama dan kedua menyampaikan bantuan logistik non-medis ke perbatasan Syiria, khususnya di Jordania dan Turki.  Di Jordania, ACT masuk ke kamp terbesar di Zaatari. Di Turki, ACT menjalin sinergi dengan sejumlah lembaga kemanusiaan yang berpusat di Istanbul. Baru pada Tim Ketiga, ACT mengirim tiga tenaga medis yaitu dua dokter satu perawat.  Pada Tim Keempat, ACT mengutamakan bantuan pangan yang mendesak untuk anak-anak.
Melalui pengiriman tim ini,  ACT berharap: Pertama, rakyat Indonesia tidakmatinurani, sadaruntukberpartisipasikonkretmembantu sesame masyarakatsipil di belahandunialainnya demi peradaban yang berperikemanusiaan. Kedua, Pemerintah Indonesia segera menunaikan mandat kemanusiaan mendorong perdamaian di Suriah.Ketiga, Rakyat Indonesia maupun institusi kemanusiaan di Indonesia bersatu bersama elemen dunia mendorong perdamaian di Suriah.
 
Presiden ACT Ahyudin mengungkapkan, perang saudara di Suriah ini menelantarkan banyak jiwa. Menurut dia, hal ini tentu harus menjadi kepedulianmasyarakatsipil di manasaja. Atas nama kemanusiaan, ACT hadir di tengahpengungsiSuriah. ACT risaukarenawacanainsanseduniadihadapkankemungkinanperangbesarantarapihak“penghukumdanterhukum”.
 
CP.
N. Imam Akbari, SVP Global Network Partnership ACT (0812-848-1466)
Nuky Surachmad, Public Relations ACT (0817-9999-888)