Beranda > Ruang Pers

Berqurban, Mengharirayakan Umat

21 Sep 2014

 ACTNews, JAKARTA – Hikmah titah berqurban dari Sang Khalik, kembali terkuak. Berqurban menjadikan Hari Raya Idul Adha, sebagai hari gembira bagi semua umat manusia. Dimana setiap muslim usai shalat ied melakukan ritual penyembelihan hewan qurban, dan menyantapnya bersama-sama sembari berharap ridho-Nya.

“ Hari itu, kata Rasulullah, tidak boleh seorang muslim pun bersedih. Oleh karenanya, kita semua, bagi yang mampu, diperintahkan menghari-rayakan umat, dengan berqurban,” papar KH Sudarman Ibnu Murtadho, Kamis  (18/9) di depan jajaran ACT bertajuk “Qurban dan Dakwah Kemanusiaan.”

Kyai asal Serang, Banten ini memberi perspektif luas sekaligus menginspirasi di tengah sosialisasi program Global Qurban (GQ).  

Lebih jauh, Kyai Sudarman, mengatakan manusia itu obyek dan subyek dakwah. “Maka, siapapun menjalankan ajaran Islam saja, sudah berdakwah. Dakwah jangan difahami sempit sebatas menyerukan kebaikan dari mimbar atau ceramah belaka,” tegasnya.

“Pesan di balik ibadah kurban, bersamaan dengan momentum Idhul Adha, kita diajak berkurban untuk menghari-rayakan umat. Kalau Idhul Fitri itu dirayakan dengan bergembira makan bersama setelah berpuasa sebulan, maka Idhul Adha dirayakan dengan memotong hewan kurban, hal yang seharusnya lebih meriah karena ada proses pemotongan dan makan daging bersama-sama,” jelas Sudarman.

Esensi Idhul Adha tak lain, jangan sampai sehabis shalat Id, ada yang tidak beraktivitas apa-apa merayakan Idhul Adha. Petani habis Shalat Idhul Adha kembali ke sawah, pemulung habis shalat kembali memulung. Apalagi sampai ada yang bermuram durja, karena persoalan keseharian.

“Ini tidak boleh. Semua harus bisa berhari-raya menyantap daging kurban. Isyaratnya jelas, sunahnya sebelum shalat Idhul Adha gak usah makan apa-apa dulu, karena habis shalat Id akan memotong kurban dan bersantap daging kurban bersama-sama. Semua harus bergembira,” jelas Sudarman.

Berhari-raya itu bergembira. “Tabiat kehidupan, manusia tidak selamanya serius. Ada saatnya bergembira. Bergembiranya muslimin sedunia itu di Idhul Adha. Bahkan dipanjangkan dengan adanya ayyamul Tasyrik, hari Tasyrik, kesempatan tambahan bagi yang masih ingin, memotong dan berbagi kurban setelah tanggal 10 Dzhulhijjah,” urai Sudarman.

Pesan Sudarman,  saatnya mengedukasi umat agar tak berkurban sekadar menggugurkan sunah dari aspek fikihnya. Misalnya, cukup memotong kurban di perumahan, padahal sekitarnya sudah biasa menyantap daging. “Mengedukasi umat bisa berkurban di tengah mereka yang tak pernah menikmati daging, menjadi dakwah tersendiri. Kurban itu, dakwah sekaligus kemanusiaan. Menjalankan terencana seperti yang program GQ, menjadikan kurban bisa menghari-rayakan sebanyak-banyaknya umat yang mungkin tanpa kiriman kurban GQ, tidak menikmati hari raya,” pungkas Sudarman.*

 
Foto: Qurban ke manca negara: pembagian daging qurban di Idul Adha tahun yang lalu (dok ACT)

-----------------------


BERNIAT QURBAN TAHUN INI? SALURKAN VIA GLOBAL QURBAN..

PILIHAN HARGA QURBAN IDUL ADHA 1435 H/2014 M :

 

Kambing (Sapi 1/7)         Rp. 1.975.000

Sapi                               Rp. 13.825.000

Sapi Khusus Gaza            Rp. 29.750.000

Kambing Khusus Gaza      Rp  4.000.000

Unta                              Rp. 24.750.000

 

REKENING GLOBAL QURBAN:

 

Bank Syariah Mandiri 101 002 6996        

Bank Central Asia 676 017 6760        

Bank Mandiri 101 000 4884 977        

Bank Muamalat 304 006 9326        

BNI 014 076 5481        

Bank Rakyat Indonesia 0382 01000 222 303        

Bank Permata Syariah 0971 144 114        

CIMB Niaga Syariah 520 010049 300 9

an. Aksi Cepat Tanggap  

 

Careline: 021-2940 6565

Twitter: @GlobalQurban

Facebook: GlobalQurban

Web: GlobalQurban.com