Beranda > Ruang Pers

Kebakaran Tanah Abang, ACT Gerak Cepat

27 Jul 2015
JAKARTA - Belum juga lekang warga Jakarta menerima kabar musibah kebakaran di Kelurahan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat pekan lalu, musibah serupa terjadi di wilayah Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sekitar pukul 17.00 WIB, kebakaran akibat korsleting listrik tersebut menghanguskan 284 rumah di 2 wilayah kerukunan warga (RW), di Kelurahan Kebon Melati.

Para relawan yag tergabung di Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jakarta Pusat melaporkan kebakaran melalap rumah di RW 012 (RT 16 dan 19) dan RW 014 (RT 11, 12, 13, 14,15, 16 dan 17) yang dihuni oleh 533 kepala keluarga (KK) atau 2.122 jiwa. Sementara itu kebakaran juga menimbulkan korban jiwa sebanyak 4 korban tewas dan korban luka 7 orang. 

“Tidak lebih dari dua jam, pukul 18.30 MRI bersama Aksi cepat Tanggap (ACT) sudah membuat Posko pertama di rumah salah seorang tokoh di Tanah Abang,  H. Anton, di Jl. Lontar Bawah pukul 18.30, “ tutur Hanie Hanifah, salah seorang relawan MRI Jakarta Pusat.  Sebelum Posko berdiri  tim Emergency Response ACT sudah lebih dulu bahu-membahu bersama warga memadamkan api. 

Selain Posko, MRI bersama ACT juga membangun Dapur Sosial untuk para korban kebakaran di Kebon Melati ini, mulai Jum’at siang (13/3) di Sentra Dapur Sosial Ciputat.  Untuk sementara, tambah Hanie, Jum’at pagi ACT dan MRI Jakarta Pusat telah mendistribusikan makananan-makanan kecil untuk pengganti sarapan bagi para pengungsi kebakaran. Malam harinya, juga sudah terdistribusi beberapa set kasur lipat, sarung dan makanan siap santap untuk pengungsi beristirahat. 

Sementara itu Direktur Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) – ACT Insan Nurrochman, berdasarkan laporan dari tim Emergency Response ACT di lokasi, menjelaskan saat ini kebutuhan mendesak yang dibutuhkan oleh para pengungsi adalah selimut, tikar lipat, karpet, baju baru untuk dewasa dan anak-anak, kebutuhan seragam sekolah anak, paket personal higyiene, serta kebutuhan harian untuk para perempuan, anak dan manula. 

Selain kebutuhan sandang tersebut, para pengungsi juga membutuhkan ketersediaan pangan siap santap untuk sepekan ke depan. “Kami sudah mengaktifkan Dapur Sosial Kebakaran kembali, namun untuk kebakaran di Kebon Melati ini, dukungan masyarakat masih kami harapkan. Setidaknya kebutuhan bahan-bahan makanan seperti beras, minyak, lauk-pauk atau sayuran akan sangat diperlukan untuk keberlangsungan DapSos ini,” ujar Penanggungjawab Dapur Sosial kebakaran Jakarta, Sukorini, di Sentra Dapur Sosial  ACT, Ciputat.

Dalam catatan DMII, empat peristiwa kebakaran yang terjadi dalam sebulan ini di Jakarta, bahkan di kurun tiga tahun terakhir, hampir 90% penyebabnya adalah karena hubungan pendek arus listrik, disusul oleh kompor meledak, rokok dan pembakaran sampah.

“Kesadaran masyarakat terhadap pengunaan instalasi listrik memang masih rendah, ditambah belum adanya edukasi masif tentang hal ini dan masih abainya warga Jakarta terhadap safety pemanfaatan listrik,” jelas Insan.  

Banyaknya peristiwa kebakaran yang melanda pemukiman padat tak luput juga dari masih minimnya pengawasan pendirian rumah di kawasan itu. Seharusnya, menurut Insan, pemerintah menindak tegas rumah-rumah yang tidak memiliki IMB. “ Tidak punya IMB seharusnya tidak ada ijin untuk mendapatkan sambungan listrik,” imbuh Insan. Agar kejadian kebakaran tak terulang di masa depan sebaiknya ada sinergi antara Pemerintah Daerah DKI Jakarta hingga ke tingkat Kelurahan dengan PLN dan PAM Jaya untuk menertibkan bangunan-bangunan tak berijin, serta edukasi berkesinambungan.

Hingga siang ini, korban kebakaran di Kebon Melati ditampung di beberapa fasilitas umum dan lokasi pengungsian yang berada di sejumlah titik, seperti di Kantor RW 012,lapangan di wilayah RW 01, area Stasiun Tanah Abang, Masjid Al-Muhajirin RT 14/12, Masjid Al-Barkah RT 3/12, SDN 01 kebon Melati dan di area kantor Aneka Beton. 

Aksi Cepat Tanggap bersama MRI Jakarta Pusat akan terus mendampingi para korban kebakaran dengan melayani kebutuhan pangan dan sandang mereka, lewat koordinasi yang digerakkan di Posko Kemanusiaan ACT Jl. Lontar Bawah No 17, RT 06/12, Kelurahan Kebon Melati, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Untuk jangka panjang, seperti disampaikan oleh President ACT, Ahyudin, ACT akan merespon kebakaran di Tanah Abang ini sampai ke fase relief dan mengupayakan sampai ke fase rekonstruksi.  “Kami akan upayakan untuk membangun shelter atau Integrated Community Shelter (ICS) untuk korban kebakaran,” jelas Ahyudin. 

Untuk memudahkan masyarakat yang ingin membantu dan meringankan beban korban kebakaran Tanah Abang, ACT akan menyiapkan sejumlah titik penggalangan donasi kebakaran di beberapa lokasi di Jakarta. 

Sementara ini, bantuan atau donasi dapat disampaikan datang langsung ke Posko atau menyalurkan dananya lewat transfer ke nomor rekening BCA 676 030 3133, Bank Syariah Mandiri 706 854 4168, Mandiri 101 000 4802 482, dan BNI 140765481 atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap.

Untuk informasi lanjut dapat menghubungi Sri Eddy Kuncoro (Direktur Disaster Emergency Response ACT) di nomor telp 0813-1056-4930. n



Public Relations 
Aksi Cepat Tanggap (ACT)
Menara 165 Office Tower 14th floor
Jl. TB Simatupang Kav. 1 Cilandak
Jakarta Selatan 12430

Phone        : 021- 2940 6565 ext 1427
Fax        : 021- 2940 6564
Mobile        : 0812 18070744