Beranda > Ruang Pers

MPASI dari ACT untuk Bayi-bayi Kebakaran Tanah Abang

27 Jul 2015
JAKARTA – Lazimnya di setiap aksi tanggap-darurat (emergency response), keberadaan Dapur Sosial (Dapsos) Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi instrumen yang tak kalah mendesak. Untuk para korban kebakaran Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ACT  lewat Dapur Sosial sejak Sabtu (7/3) sudah menyiapkan dan mulai mendistribusikan makanan siap santap. 

Kali ini ACT tak hanya mendistribusikan makanan siap santap untuk pengungsi kanak, remaja dan dewasa, tapi juga untuk bayi-bayi pengungsi. Sentra Dapsos ACT di Ciputat, mulai mengaktifkan unit dapur terpisah yakni ‘Dapur Sosial Bayi’ (Dapsos Bayi).  

Dapsos Bayi ini dijalankan oleh ‘tim elit’ yang telah mendapatkan pelatihan khusus dari badan dunia.  “Kami pernah mengikuti training yang diadakan sebuah badan dunia tentang Infant Feeding Emergency. Ini pelatihan mengenai bagaimana kita menangani dan menyiapkan makanan bayi dalam kondisi darurat. Di kebakaran Tanah Abang ini, ilmu yang kami dapat langsung kami aplikasikan,” tutur Dicky Irawan, juru bicara tim Dapsos Bayi.  

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang dibuat oleh tim ini khusus diperuntukkan bagi bayi-bayi usia 6 sampai - 10 bulan.  Bahan makanannya tidak terlalu jauh berbeda dengan makanan orang dewasa. “Tapi kami olah dan sajikan dengan penyajian khusus dengan mengutamakan higienitas, seperti dilembutkan terlebih dahulu agar dapat dicerna oleh bayi sesuai usianya,” ujar Penanggungjawab Sentra Dapur Sosial – ACT, Sukorini.

Bayi yang menjadi korban kebakaran di Kebon Melati, Tanah Abang Jakarta pusat berjumlah 32 bayi. Orangtuanya, tutur Sukorini, cukup mengapresiasi kehadiran MPASI ini. “Dapat laporan dari relawan di lapangan, ada ibu yang mengatakan setelah diberi MPASI bayi mereka jadi lahap makan,” ungkap Sukorini.

Personil relawan tim Dapsos Bayi merupakan gabungan relawan yang berasal dari MRI Kabupaten Bekasi dan MRI Kabupaten Tangerang. Tim diketuai oleh Eny Suhemi, dengan anggotanya Fatimah, Ayu, Imas, Rika dan Dicky Irawan. 
 
Program Dapur Sosial sebetulnya program reguler yang menjadi model layanan jaminan sosial dalam isu pangan untuk korban bencana, masyarakat miskin dan kelompok lain yang membutuhkan. “Lebih dari dua bulan ini Dapsos sudah melayani pengungsi korban banjir Jabodetabek, kebakaran di Sawah Besar, Rawa Buaya, Sunter dan kebakaran di Tanah Abang. Khusus di Tanah Abang ini kami turunkan juga tim Dapsos Bayi ,” imbuh Sukorini. 

Aksi Cepat Tanggap (ACT) sudah terjun ke lokasi kebakaran di Kebon melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, satu jam setelah peristiwa kebakaran terjadi pukul 17.00 WIB, Kamis (5/3) lalu. Selain membantu melaukan evakuasi warga ke tempat aman, ACT juga langsung mendirikan beberapa Posko dan tenda-tenda pengungsian untuk warga terdampak kebakaran yang berjumlah total 2.122 orang atau 533 KK. Tak ketinggalan juga Dapur Sosial di Jalan Lontar Atas sudah beroperasi mendistribusikan bantuan makanan siap santap untuk para pengungsi. Selain itu disiapkan pula tandon air bersih berkapasitas ribuan liter,  yang instalasinya berdiri di dua  titik pengungsian warga. 

Lokasi Posko Kebakaran Tanah Abang - ACT:  
#Posko informasi: Jl.KH Mas Mansyur, depan pasar inpress, Tanah Abang. 
#Posko Logistik:Jl.Lontar bawa No.17 Rt.+6/RW12, Kebon Melati, Tanah Abang.
#Posko Pengungsi: Jl.Jati Bunder Rt15-16/Rw14 (lapangan beton), Kebon Melati, Tanah Abang. #Posko Dapur Sosial:Jl.Jati Bunder XI no.17 RT04/RW14, Kebon Melati, Tanah Abang. 
Careline: 021-7414482


Public Relations 
Aksi Cepat Tanggap (ACT)
Menara 165 Office Tower 14th floor
Jl. TB Simatupang Kav. 1 Cilandak
Jakarta Selatan 12430

Phone        : 021- 2940 6565 ext 1427
Fax        : 021- 2940 6564
Mobile        : 0812 18070744