Beranda > Sisi Humanis
Community Development

Muslimat, Relawan MRI Bima: Sosok Humanis

Muslimat, Relawan MRI Bima: Sosok Humanis

HUMANIS: Muslimat (paling kiri) bersama Tim MRI Bima, saat berada di depan Posko ACT di jalan Lintas Tawali Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, usai membagikan masker kepada warga sekitar. (Foto:muhajir/act)

Moment musibah erupsi gunung Sangiang yang mempertemukan Tim Disaster Emergency and Relief Management (DERM)-ACT dengan seorang relawan MRI Bima. Berhijab hitam panjang, komunikatif, supel dan enerjik tampak terlihat ketika pertama kali, kami bertemu dengan ibu dua anak ini. 

Ibu Muslimat (40) orang Bima biasa memanggil namanya,  seorang janda yang ditinggal mati suaminya  ini, begitu enerjik dan bersemangat memandu dan mengantarkan Tim DERM-ACT ke tempat lokasi terdekat daerah yang terdampak erupsi gunung Sangiang.    

“Kita akan sampai ke Kecamatan Wera sekitar 2,5 jam Mas,” ujar ibu dua anak ini, ketika mau berangkat ke Kecamatan Wera daerah terdekat dengan gunung Sangiang. Jarak yang di tempuh memang cukup jauh dari kota Bima, selain itu harus menelusuri pegunungan dengan jalan yang sempit, di samping jalan tidak menyisakan bahu jalan sedikitpun, sehingga ke samping jalan akan langsung mengarah ke jurang.

“Hati-hati Mas, jalannya sempit dan jurangnya serem,”katanya mengingatkan Ading dari DERM, yang saat itu yang mengendarai mobil tim DERM-ACT.                    

Muslimat adalah salah seorang relawan MRI Bima yang membantu Tim DERM-ACT menolong korban bencana erupsi gunung Sangiang. Ibu yang berprofesi sebagai wiraswasta ini, begitu antusias dan semangatnya berjuang membantu Tim DERM-ACT.  

“Setelah saya mendengar ada bencana meletus di gunung Sangiang ini, saya merasa terpanggil untuk membantu masyarakat yang ada di sekitar gunung Sangiang, yang memang pascaerupsi satu sampai dua hari itu hujan debu terus terjadi, dan masih terlihat sekali pascabencananya. Setelah itu saya kontak ke Bu Dila dari ACT, menanyakan apakah ada tim yang dikirim dan ternyata ada, dan saya langsung gabung dengan tim,”tuturnya penuh semangat. 

Muslimat bersama relawan Bima lainnya, berjibaku membantu Tim DERM-ACT melakukan assessment, pembagian seribu masker kepada warga kecamatan Wera dan sekitarnya, mendistribusikan logistik dan mempersiapkan pelayanan kesehatan yang akan digelar Tim DERM, MRI Bima bersama Puskesmas Kecamatan Wera, pada hari Sabtu (7/6) nanti.

“Kita senang beraktivitas di dunia kemanusiaan mas, dulu waktu peristiwa kerusuhan di Ambon-Maluku pada tahun 1999 lalu, saya ikut membantu pengungsi dari Ambon yang eksodus mengungsi ke Pulau Buton,” kenang alumni mahasiswa Universitas HaluoLeo (Unhalu) Kendari – Sulawesi Tenggara ini dengan haru.

Saat itu, Ia bersama masyarakat serta organisasi masyarakat lainnnya bahu-membahu membantu pengungsi menyediakan logistik dan tempat tinggal pengungsian. Ketika itu eksodus besar-besaran warga Ambon ke ke Sulawesi khususnya Pulau Buton begitu massif, sehingga lapangan bola pun sesak oleh pengungsi. 

Kehidupan mantan aktivis Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini, tak bisa lepas dengan dunia sosial dan kemanusiaan, saat ini Ia aktif membina remaja-remaja ‘nakal’ di Kota Bima. “ Alhamdulillah Mas, pemuda binaan saya yang dulunya pemabuk berat dan hobi berjudi, sekarang ini mereka insaf sudah berhenti sama sekali,”ungkapnya.         

Ia mengaku sangat bangga menjadi relawan MRI, baginya Visi Misi MRI dan ACT sejalan dengan prinsif hidupnya, Ia mempunyai mimpi yang mulia yaitu: berkeinginan seluruh aktivitas hidupnya bermanfaat bagi orang lain. (Muhajir)

-----------------

Buktikan kepedulian kita kepada korban bencana alam, dengan langkah nyata memberikan bantuan untuk mereka. Bantuan dapat berupa barang kebutuhan atau donasi yang dapat disalurkan melalui :

BSM # 0040119999

Muamalat # 3040031869

Mandiri # 1010004802482 

BCA # 6760303133

CIMB Syariah # 5280100001006

BRI # 092401000018304

BNI Syariah # 0270360372 

an. Aksi Cepat Tanggap