Beranda > Sisi Humanis
Community Development

Pengungsi Sangiang Menanti Bantuan Lanjutan

Pengungsi Sangiang Menanti Bantuan Lanjutan

Foto:www.merdeka.com
 
ACTNews, MATARAM - Pascaletusan gunung Sangiang, warga terpaksa mengungsi di Sangiang Daratan. Kecuali logistik dasar dari BPBD Bima, pengungsi belum menerima bantuan lain. "Yang dibantu melebihi yang diberikan. Perlu dukungan bantuan lainnya mengingat ada sekitar tiga ribuan pengungsi," jelas DERM Staff, Emergency Team, Diding Fachrudin dari ACT Pusat.

Syaiful, salah seorang dari Masyarakat Relawan Indonesia - partner lapangan ACT, di wilayah Nusa Tenggara Barat, menuturkan, letusan terjadi tanpa peringatan lebih awal. Akibatnya, warga panik dan tak sempat membawa banyak barang. "Amat membantu jika ada bantuan lainnya dari saudara-saudara kami yang lebih beruntung nasibnya," jelas Syaiful. Ia menjelaskan, lokasi pengungsian di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, 6 kilometer dari gunung api. Lokasi ini menjadi lebih jauh jika akses yang ditempuh untuk bantuan luar daerah dari Lombok. "Itu jadi 12 kilometer dari Lombok," jelasnya.  Sampai saat ini, 14 jiwa belum ditemukan.  

Syaiful menambahkan, jumlah warga hilang bisa lebih karena Sangeang itu pulau tersendiri. "Beberapa KK belum saya peroleh update datanya. Mungkin korban hilang itu semua terkena lahar. Sampai sekarang belum ada yang berani ke sana. Para pengungsi, warga di daratan utama yang hanya beberapa kilometer jaraknya dari gunung," jelas Syaiful.

Menurut BPBD, Sangeangapi itu sebenarnya pulau vulkanik yang dikosongkan dari penduduk melalui transmigrasi lokal ke Kecamatan Wera (Sangeang Darat) sejak tahun 1985. Transmigrasi dilakukan setelah letusan tahun 1953 dan tahun 1985 sebanyak 263 KK. Lahan yang ditinggalkan saat ini telah berkembang menjadi ladang dan rumah sementara (salaya) yang umumnya ditempati saat musim tanam (Agustus-November) dan musim panen (Maret-Mei). Ladang dan salaya ini berada di kawasan rawan bencana (KRB III).

Sejak gunung Sangeangapi meletus, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di Pulau itu lagi. Gunung Sangeangapi termasuk amat aktif. Ia meletus tahun 1911, 1953, 1964-1967, 1985-1987, dan 1997-1999.

Pengungsi yang berhimpun di Kecamatan Wera, menjadi lahan amal kita semua. Semoga nasibnya tak terabaikan, di tengah perhatian yang meluas terhadap dinamika perpolitikan di Tanah Air jelang pemilihan presiden. (is)

---------------

Buktikan kepedulian kita kepada korban bencana alam, dengan langkah nyata memberikan bantuan untuk mereka. Bantuan dapat berupa barang kebutuhan atau donasi yang dapat disalurkan melalui:
BSM # 0040119999
Muamalat # 3040031869
Mandiri # 1010004802482 
BCA # 6760303133
CIMB Syariah # 5280100001006
BRI # 092401000018304
BNI Syariah # 0270360372 
an. Aksi Cepat Tanggap