Beranda > Berita Terbaru
#SaveHumanity - Save Syria

Hari ini, Pabrik Roti ACT untuk Suriah, Beroperasi

25 Jan 2017
Hari ini, Pabrik Roti ACT untuk Suriah, Beroperasi

ACTNews, KILIS -  "Lega!" Itu ungkapan Ahyudin, Presiden ACT menyaksikan satu lagi aktivitas berkesinambungan berhasil terlaksana, pabrik roti di Kilis, Turki dan Idlib, Suriah, mulai beroperasi atas dukungan rakyat Indonesia . "Mudah-mudahan ikhtiar nyata mengatasi krisis pangan pengungsi Suriah dengan pola lebih reguler, bukan hit and run, menjadi perantara keberlangsungan berkah Allah untuk bangsa Indonesia. Menolong serius, insyaAllah mendapat balasan tak kalah serius dari Allah," ungkap Ahyudin, di sela peninjauan pabrik roti joint operation dengan IHH. 
 
Ada 2 pabrik roti untuk para pengungsi Suriah yang mendapat dukungan operasional rakyat Indonesia melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pabrik roti pertama berada di Kota Kilis, pinggiran Turki dekat Suriah. Pabrik roti di sini, setiap harinya memproduksi 120 ribu roti, yang dikemas per 8 buah roti, dan didistribusikan ke sekitar wilayah Azaz, daerah rural dekat Aleppo.
 
Pabrik kedua, berada di dekat Kota Idlib, Suriah. Pabrik roti yang hasil produksinya didistribusikan bagi 4.620 keluarga pengungsi ini, menggunakan 2.240 karung tepung terigu berukuran 50 kg, 900 kg ragi, 520 kg garam, 425 kg gula, 156 liter minyak, 1.500 kg plastik pembungkus, 16.000 bensin untuk bahan bakar dan gaji untuk 12 orang pekerjanya. Setiap hari, pabrik roti di sini memproduksi 36.900 lembar roti yang juga dikemas per 8 lapis dalam satu kantong plastik.
 
Roti adalah pangan pokok rakyat Suriah, juga Turki dan sekitarnya. Pengungsian panjang pasca krisis politik Suriah sejak enam tahun silam, mendorong elemen kemanusiaan pun berpikir serius menopang kehidupan pengungsi, baik yang keluar Suriah maupun di wilayah Suriah. "Malah, nampaknya yang di luar Suriah banyak yang kurang terlayani. Sementara lembaga kemanusiaan seperti IHH, nampaknya memprioritaskan pengungsi yang ada di dalam Suriah. Mereka punya akses ke kawasan dalam Suriah meskipun secara prosedural amat ketat,” imbuh Ahyudin. 
 
Karena itu, sinergi ACT-IHH tetap menghargai prosedur itu, sehingga tidak memaksakan diri ikut masuk area Suriah. "Untuk itu, kepercayaan kami cukup besar lewat tangan IHH. Mereka terbukti sangat menjaga amanah selama berkarya bertahun-tahun," papar Ahyudin. 
 
Komitmen serius ACT untuk Suriah, imbuh Ahyudin, dibangun dengan kerja konkret dan berkesinambungan. "Krisis Suriah, bukan soal enteng, melebihi bencana alam. Dimensinya yang luas memerlukan bukan saja kerja serius, tapi juga kreatif. Hanya program yang strategis, bisa menjadi alat membangun pemulihan perdamaian dan intensitas perkembangan lapangan, semoga membuka mata-hati pihak-pihak  yang berkuasa untuk bersama-sama membangun perdamaian," ujar Ahyudin.
 
Pabrik roti, bukanlah sekadar karitatif. "Ini tools penyadaran. Bayangkan, kalau setiap hari kita menyaksikan ada orang-orang yang sibuk membantu menyelamatkan jiwa manusia, masa iya sih ada hati-hati membatu yang juga setiap hari mendiamkan peperangan, pembunuhan, pengusiran sesama manusia, padahal mereka sejatinya mampu mencegahnya," pungkas Ahyudin, langsung dari kawasan pabrik roti untuk korban krisis Suriah yang baru ditinjau‎nya, 25 Januari 2017.
 
Semerbak aroma adonan roti panggang memenuhi area pabrik berbentuk hanggar, hangat, berteman teh pahit khas Turki, sementara udara luar masih berkisar 8 derajad Celsius dan sesekali masih ada rintik salju.[]