Beranda > Berita Terbaru
#IndonesiaDaruratBencana

Manado Kebanjiran, Tujuh Kecamatan dan 20 Kelurahan Tenggelam

27 Jan 2017
Manado Kebanjiran, Tujuh Kecamatan dan 20 Kelurahan Tenggelam

ACTNews, MANADO - Bukan hanya di Jawa, Penutup Bulan Januari perangai cuaca buruk makin hari makin meluas dan berdampak sampai ke wilayah lain di Indonesia. Sejak Rabu siang (25/1) sampai dengan Kamis (26/1) awan kelabu menutupi pekat langit Kota Manado, Sulawesi Utara. Hujan lebat berjam-jam tidak berhenti sampai keesokan harinya. Imbasnya bukan main, banjir merendam sedikitnya tujuh kecamatan di Manado.

Relawan Aksi Cepat Tanggap di Manado mengabarkan, banjir kali ini berdampak sangat luas. “Data yang sudah kami terima menyebut banjir di Manado sejak Kamis sore (26/1) sudah menenggelamkan 20 Kelurahan,” kata Lucky Ahmad relawan ACT yang bermukim di Kota Manado.

Selaras dengan cerita tersebut, lansiran data yang didapat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan setidaknya ada lebih dari 1.000 rumah di Manado yang terendam banjir. Ketinggian air mulai 1 meter sampai 2 meter. Air mulai meluap hebat sejak Kamis senja (26/1).

Hanya berselang beberapa jam, Kamis (26/1) jelang dinihari kondisi hujan sudah mulai mereda dan banjir perlahan surut. Namun sejak malam tadi warga yang mengungsi kebanyakan masih enggan kembali ke rumah. Kondisi masih gelap gulita dengan lumpur sisa banjir surut mengisi seluruh rumah.

Dilihat dari pemicunya, banjir Manado kali terjadi akibat luapan hebat dari Sungai Tondano dan juga luapan dari saluran drainase perkotaan Manado. Hujan lebat Kamis sore kemarin membuat drainase kota meluap-luap sampai ke permukaan jalan dan pemukiman warga.

Mengutip laporan awal dari Wakil Walikota Manado Mor Bastian, Kamis malam kemarin (26/1), banjir melanda Kecamatan Bunaken tepatnya di Kelurahan Bailang. Kemudian banjir juga terjadi di Kecamatan Tumiting, merendam Kelurahan Maasing, Sumompo, Mahawu, dan Tuminting.

Lalu banjir juga terjadi di Kecamatan Mapanget, yakni di Kelurahan Kairagi Satu. Banjir pun merendam Kecamatan Tikala di Kelurahan Dendengan Luar, Dendengan Dalam, dan Tikala Baru. Di Tikala, sampai tengah malam warga masih berada di titik pengungsian seperti masjid dan rumah warga di kontur lebih tinggi.

Sementara di Kecamatan Singkil wilayah yang terendam banjir berada di tepian sungai, bahkan perbukitan di seberang sungai pun sempat longsor karena derasnya hujan.

Lucky Ahmad dihubungi via telepon mengatakan, banjir memang sudah surut tapi ada beberapa rumah warga di Kecamatan Singkil yang terendam sampai satu meter malam tadi. “Mereka kan berada di pinggiran DAS (Daerah Aliran Sungai, -red) Tondano, tidak perlu hujan deras di Manado, sekali saja ada kiriman air dari wilayah Tondano, (Kabupaten) Minahasa pasti di Singkil langsung terendam lagi. Banjir Manado itu pasti kiriman dari wilayah bagian atas sekitar Minahasa,” jelas Lucky.

Selain itu banjir juga merendam Kecamatan Paal Dua di Kelurahan Perkamil, Taas, dan Kairagi Weru. Terakhir sampai Kamis (26//1) dinihari banjir juga mengepung Kecamatan Wenang di Istiqlal dan Komo Luar. Di Wenang sampai dinihari tadi pengungsi enggan untuk kembali ke rumah, memilih untuk beristirahat habiskan malam di lokasi pengungsian.

Tidak hanya di Kota Manado, gara-gara lebatnya hujan dan dangkalnya aliran sungai, banjir juga sampai ke Kota Bitung sebelah Barat Kota Manado. Di Bitung banjir menenggelamkan delapan kecamatan, meliputi Kecamatan Renowulu, Matuari, Girian, Madidir, Maesa, Aer Tembaga, Lembeh Utara, dan Lembeh Selatan.

Hari ini Jumat (27/1) satu hari penuh, prediksi cuaca dari BMKG Sulawesi Utara mengatakan Manado dan sekitarnya masih berpotensi hujan sepanjang hari. Laman weather.com juga menuliskan, Jumat malam nanti (27/1) potensi hujan di Manado melonjak lagi sampai di atas 70%. []

Penulis: Shulhan Syamsur Rijal
Sumber foto: dokumentasi tim relawan Manado