Beranda > Berita Terbaru
Event

Belanja sambil Bersedekah, Sawangan Sekarang Punya Sodaqo

29 Jan 2017
Belanja sambil Bersedekah, Sawangan Sekarang Punya Sodaqo

ACTNews, SAWANGAN, Depok - Urusan belanja, jelas tidak bisa terpisahkan dalam rutinitas bulanan, mingguan, bahkan harian. Wajar jika belasan ribu minimarket modern bertebaran berhimpit dengan pasar-pasar tradisional. Makin menjamurnya titik-titik minimarket modern memang memudahkan, namun di sisi lain minimarket modern konvensional makin menambah panjang deretan perilaku konsumtif, hanya belanja dan belanja.

Belakangan, jejaring minimarket nasional ada yang menawarkan kemungkinan bersedekah dari sisa kembalian, namun ketika ditanya ke mana aliran sumbangan itu bermuara, jawabannya simpang-siur.  konsumen sekali lagi dirugikan.

Jika sudah begini, tidak ada cara lain selain berinisiatif dan berinovasi mengembangkan sesuatu yang baru. Menyajikan alternatif jejaring minimarket dengan konsep yang baik dan transparansi yang terukur, apalagi jika berpegang pada prinsip ekonomi Islam.

Inisiatif dan inovasi itu pun kini sudah berbuah 11 unit minimarket, dengan mengusung nama Sodaqo, konsep minimarket bertema hijau cerah ini menawarkan prinsip ekonomi Islam yang memberdayakan di tiap putaran uang.

Sabtu (29/1) pagi, minimarket ke-11 Sodaqo diresmikan di Jalan Raya Pasir Putih, Sawangan, Depok. Untuk wilayah Sawangan dan sekitar Depok, Sodaqo Pasir Putih ini menjadi pionir. Konsep yang diusung, Sodaqo outlet Pasir Putih ini merupakan kolaborasi Individu dengan PT Hydro selaku pengelola brand Sodaqo Mini Mart.

Muhammad Nurhayanto, selaku pemilik outlet Sodaqo Pasir Putih mengatakan, outlet Sodaqo di Pasir Putih ini adalah mimpinya yang sekian lama Ia ingin wujudkan.

“Sodaqo memberikan perbedaan mendasar dari model bisnis retail lainnya. Masyarakat ada alternatif belanja, harga relatif lebih murah, dan yang paling penting ada item sedekah dengan transparansi yang terukur,” ungkap lelaki yang bermukim di wilayah Lubang Buaya, Jakarta Timur ini.

Nurhayanto, atau yang akrab disapa Yanto ini pun melanjutkan, pemilihan lokasi di Pasir Putih melewati berbagai diskusi dengan PT Hydro selaku pengelola seluruh urusan teknis. “Lokasi di Jalan Raya Pasir Putih cocok dengan kami. Dekat dengan tempat ibadah, dekat dengan sekolah, dekat dengan pemukiman, jalurnya juga hidup, setiap hari lintasan ini jadi jalan lalu lintas utama,” tuturnya.

Lalu, apa sebetulnya yang menjadi perbedaan outlet Sodaqo Minimart dengan retail lain sejenisnya?

Berbekal tagline utama “Belanja Kita, Sedekah Kita” outlet Sodaqo memberikan kemungkinan sedekah dalam tiap struk belanja. Sekecil apapun jumlah belanja, tetap ada hitungan sedekah yang disisihkan. Nantinya setiap pundi-pundi sedekah yang disisihkan akan disalurkan lewat Aksi Cepat Tanggap, lembaga kemanusiaan global yang sudah berpengalaman lebih dari satu dekade membingkai kisah-kisah kemanusiaan.

Yuri Andiko Tamin selaku Direktur PT. Hydro menjelaskan, pergerakan usaha Sodaqo Minimart ini berprinsip pada ekonomi Islam. “Mayoritas sahamnya berasal dari dana wakaf. Kita menjadi perusahaan yang besar dari dana umat. Tugas kita tidak membuatnya rugi, mengembalikan malah menghasilkan. Siapa pun bisa berkolaborasi untuk memiliki Outlet Sodaqo. Bisa individu, keluarga, kelompok, masjid, bahkan kantor. Tidak ada riba tidak ada pinjaman bank sama sekali. Kami bercita untuk membangun ekonomi umat yang tangguh,” paparnya.

Pengembangan outlet Sodaqo Minimart terus bertumbuh. Yuri mengatakan, setelah outlet Sodaqo Pasir Putih, rencana selanjutnya adalah membangun 15 outlet di Bulan Februari. “Bulan Januari ini InsyaAllah 4 toko baru, sehari setelah pembukaan outlet Pasir Putih, kita buka di Bintaro dan Cibinong,” ujarnya.

Selepas melalui prosesi gunting pita sebagai seremonial pembukaan outlet Sodaqo Pasir Putih, beberapa warga yang melintas menyempatkan mampir untuk berbelanja, sekadar membeli makanan ringan atau kebutuhan harian.

“Selagi berbelanja mengapa tidak bersedekah? Di Sodaqo InsyaAllah sedekah yang disisihkan akan amanah. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Sudah saatnya ekonomi Islam bangkit,” pungkasnya. []

Penulis: Shulhan Syamsur Rijal