Beranda > Berita Terbaru
Emergency Response

Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Bandung

30 Jan 2017
Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Bandung

ACTNews, BANDUNG – Tidak ada hari libur bagi Tim Tanggap Bencana ACT…! Ya, kapanpun bencana terjadi, Tim harus bekerja dan beraksi terjun ke tempat bencana, membantu masyarakat yang terkena bencana. Keadaan seperti itulah yang sering dirasakan dan dialami  relawan MRI Kabupaten Bandung, yang menjadi bagian dari Tim Tanggap Bencana ACT.  
 
Meskipun di akhir pekan atau di waktu libur, ketika masyarakat membutuhkan bantuan, Tim Tanggap Bencana ACT tak pernah ‘enggan’ untuk terjun ke lapangan membantu masyarakat. Saat terjadi banjir di selatan Kabupaten Bandung misalnya, relawan MRI Kabupaten Bandung tak pernah absen, membantu korban bencana, baik di masa emergensi  (proses evakuasi dan yang lainnya), masa relief, maupun masa recovery. Karena bencana tidak bisa diduga, kapanpun bisa terjadi termasuk di hari libur (akhir pekan).  
 
Seperti aksi terkini yang dilakukan para relawan MRI Kabupaten Bandung, pada Minggu (29/1), dari pagi hingga sore, Tim menggelar pengasapan (fogging) di wilayah yang positif terdampak endemik virus Demam Berdarah Dengue/DBD, di  Kampung Tirta, Desa Langonsari,  Kecamatan Pameungpeuk – Kabupaten Bandung.
 
Aksi ini digelar setelah Tim mendapat laporan dari Saeful (Ketua RW 15, Kampung Tirta), bahwa di wilayahnya terjadi wabah endemik virus DBD.  Menurut Atep Salman Al Farisi, Ketua MRI Kabupaten Bandung ada sejumlah warga yang terserang gejala DBD .
 
“Setelah kami mendapatkan laporan pada Sabtu (28/1), keesokan harinya kami bersama Tim melakukan fogging ke wilayah tersebut. Ratusan rumah sudah kami fogging  di Kampung Tirta, berkoordinasi dengan aparat pemerintahan setempat,”tuturnya.
 
Atep menambahkan fogging dilakukan sebagai pencegahan/memutus wabah DBD agar tidak meluas lagi. Dengan dilakukan fogging, maka akan memutus berkembangnya nyamuk aides aigepty dan nyamuk anopheles penyebab demam berdarah dan malaria. Dengan bantuan warga  proses fogging pun berjala lancar  dan merata.
 
Saeful mengungkapkan rasa syukurnya lingkungannya telah dilakukan fogging, baginya aksi Tim Relawan  MRI Kabupaten Bandung ini sangat membantu warganya dari bahaya wabah DBD.    
 
“Sebelumnya kami mewakili warga mengucapkan banyak terimaksih kepada Tim Relawan MRI Kabupaten Bandung, yang selalu cepat dalam menyikapi keadaan yang membahayakan warga kami, ini merupakan aksi  yang  kesekian kalinya yang dilakukan Tim Relawan dalam membantu warga kami,”jelasnya.  
 
Menurut Atep proses fogging akan terus dilakukan di beberapa wilayah rawan wabah DBD di Kabupaten Bandung, terutama  di kawasan selatan Kabupaten Bandung.  

“Aksi Fogging kami ini tidak hanya sampai disini, namun akan kami lakukan di beberapa titik rawan wabah DBD, apalagi di musim penghujan ini,”tekadnya.[]

Penulis: Muhajir Arif Rahmani
Foto: Atep Salman Al-Farisi