Beranda > Berita Terbaru
Event

Ash Shaff Mart, Ikhtiar Pembangunan Ekonomi Masyarakat Bintaro

30 Jan 2017
Ash Shaff Mart, Ikhtiar Pembangunan Ekonomi Masyarakat Bintaro

ACTNews, JAKARTA - Sejak awal mula peradaban Islam, masjid sudah dikenal luas sebagai tempat ibadah umat Muslim di seluruh dunia. Sejalan dengan perkembangan Islam, peran masjid pun kian berkembang. Di beberapa daerah, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai pusat pendidikan dan bahkan menjadi pusat pertemuan sosial masyarakat lokal.
 
Masjid Al-Qarawiyyin di Fes, Maroko, misalnya. Beberapa tahun setelah pendiriannya (859 M), masjid tersebut berkembang menjadi tempat menuntut ilmu agama dan diskusi politik sehingga lahirlah universitas tertua di dunia, Universitas Al-Qarawiyyin. 
 
Beberapa tahun belakangan ini, sejumlah masjid juga berinisiatif untuk membangun unit usaha demi meningkatkan pembangunan ekonomi Islam. Salah satunya adalah Masjid Ash Shaff yang terletak di Bintaro, Tangerang Selatan. Bekerja sama dengan PT Hydro yang juga selaku pengelola Sodaqo Minimart, Masjid Ash Shaff mendirikan minimart mereka dengan nama Ash Shaff Mart.
 
Ash Shaff Mart resmi diluncurkan pada Minggu (29/1) di Distrik Emerald, Bintaro Jaya Sektor 9. Acara peluncuran tersebut banyak menarik perhatian warga sekitar mengingat konsep masjid yang memiliki minimart merupakan sesuatu yang baru bagi warga setempat.
 
Diakui Eka Rusmanta selaku Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat Sosial dan Pengelolaan ZIS Masjid Ash Shaff, pendirian Ash Shaff Mart merupakan ikhtiar para pengurus DKM Masjid Ash Shaff dalam membangun ekonomi rakyat sekitar.
 
“Kami ingin masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi umat sesuai ketentuan syariah. Kami membuka kesempatan bagi warga sekitar untuk memasarkan produk-produk mereka di minimart ini. Produk yang dijual pun insya Allah dijamin kehalalannya,” paparnya.
 
Eka menambahkan, menggandeng PT Hydro sebagai penyedia konsep dan sistem operasional Ash Shaff Mart merupakan pilihan yang tepat. “PT Hydro menawarkan konsep sedekah pada setiap pembelian produk di Ash Shaff Mart. Ini sangat baik untuk mengajak konsumen agar tidak hanya berbelanja, namun juga bersedekah,” ungkapnya.
 
Memang, selain mengajak individu untuk berkolaborasi dalam pendirian outlet retail dengan konsep sedekah, PT Hydro selaku mitra Aksi Cepat Tanggap dalam bisnis retail juga mengajak komunitas atau yayasan untuk membangun usaha serupa.
 
“Kami melihat Masjid Ash Shaff memiliki semangat dalam mengembangkan perekonomian rakyat serta mengedukasi warga setempat untuk menjadikan sedekah sebagai gaya hidup sehari-hari, termasuk dalam berbelanja. Oleh karena itu, visi yang sama ini alangkah baiknya diwujudkan bersama,” tutur Syamsul selaku tim marketing PT Hydro.
 
Melalui Ash Shaff Mart, Masjid Ash Shaff tidak hanya bercita-cita meningkatkan perekonomian rakyat dan menjadikan sedekah sebagai gaya hidup. Lebih dari itu, masjid yang terletak di kawasan strategis Distrik Emerald tersebut ingin agar ke depannya bisa beroperasi secara mandiri.
 
“Keuntungan yang didapat dari usaha Ash Shaff Mart ini tentu akan disedekahkan sebanyak 30%. Bisa disalurkan untuk kegiatan kemanusiaan atau untuk kaum dhuafa. Selebihnya, keuntungan tersebut akan digunakan untuk biaya operasional masjid. Kami ingin masjid ini tidak terlalu bergantung pada donasi, namun lebih mandiri dengan memproduktifkan unit usaha kami,” jelas Eka.
 
Eka beserta jajaran pengurus DKM Masjid Ash Shaff yang dibangun pada pertengahan 2015 itu optimis bahwa ekonomi Islam akan terus bangkit dan berkembang untuk menyejahterakan umat. “Dan Ash Shaff Mart ini adalah bentuk ikhtiar kami untuk mewujudkan itu semua,” pungkasnya. []
 
Penulis: Dyah Sulistiowati