Beranda > Berita Terbaru
Pemulihan Pascabencana

1000 Sarung 'Gajah Duduk', untuk Korban Gempa Pidie Jaya

31 Jan 2017
1000 Sarung 'Gajah Duduk', untuk Korban Gempa Pidie Jaya

ACTNews, PIDIE JAYA – Bantuan untuk warga korban gempa Pidie Jaya melalui Aksi Cepat Tanggap/ACT, hingga saat ini masih terus berlangsung. Berbagai bantuan natura seperti sembako, personal hygine dan bantuan natura lainnya, sudah didistribusikan Tim Recovery ACT kepada para korban.              
Salahsatunya adalah bantuan 1000 sarung merk Gajah Duduk dari Pisma Group (mitra ACT), yang memproduksi sarung bermerk Gajah Duduk. Sekitar 5 Kecamatan menjadi daerah sebaran distribusi bantuan ini, diantaranya: Kecamatan Trienggadeng, Kecamatan Meureudu, Kecamatan Bandar Dua, Kecamatan Bandar Baru, Kecamatan Ulim.
 
Zulkarnaen, Tim Recovery ACT  mengungkapkan, proses distribusi diawali dengan melakukan asesmen terlebih dahulu di  beberapa titik di 5 Kecamatan, bekerjasama dengan kepala desa  (geuchik) setempat.
 
“Supaya bantuan tepat sasaran, maka kami melakukan asesmen dengan sangat ketat, agar para penerima manfaat dari bantuan ini memang tepat sasaran. Selain itu proses asesmen dan pendataan ini lebih memprioritaskan masyarkat korban gempa, yang memang lebih membutuhkan. Hal tersebut, untuk menghindari kecemburuan dari warga lainnya,”jelasnya.
 
Menurut Nita, Tim Marketing Pisma Group bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaannya terhadap  korban bencana di Pidie Jaya. “Kami menyerahkan bantuan ini, melalui ACT Surabaya  untuk korban gempa di Pidie Jaya, kami berharap bantuan ini bermanfaat untuk korban gempa Pidie Jaya yang masyarakatnya begitu relijus, semoga bermanfaat,”tuturnya.    
 
Eko Widiarto, Tim Kemitraan ACT Surabaya mengungkapkan bantuan ini langsung dikirim ke kantor ACT Cabang Surabaya, yang secara  kebetulan Kantor Utama Pemasaran Prisma Group  berada di Kota Surabaya.
 
“Bantuan 1000 sarung merk Gajah Duduk  ini, kalau dikonversikan  kedalam uang sejumlah RP. 50.000.000, dengan rincian 1 sarungya seharga RP 50.000. Alhamdulillah 1000 sarung tersebut sudah dikirim ke Aceh dan sudah didistribusikan Tim Recovery ACT di sana,”jelasnya.    
 
Korban gempa penerima bantuan sarung merk Gajah Duduk ini, sangat bahagia menerima bantuan ini. Karena bagi masyarakat Aceh sarung tidak hanya digunakan untuk beribadah salat saja, namun bisa digunakan untuk keperluan lainnya (multifungsi).     
 
Basri Ilyas (45), korban gempa warga Gampong Raya, Kecamatan Trienggadeng mengungkapkan terimakasihnya kepada Tim ACT yang telah mendistribusikan  bantuan sarung ini.  
 
“Bagi kami bantuan sarung tidak hanya kami gunakan untuk salat semata, namun multifungsi, bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang lainnya.  Kami berharap kedepannya warga korban terus diperhatikan lagi,”harapnya.
 
Saat ini warga korban gempa di Pidie Jaya sedang dalam proses pemulihan ekonomi. Keadaan ekonomi para korban masih belum stabil pasca-bencana gempa.  Meskipun  saat ini tidak ada lagi para pengungsi yang mengungsi di kamp pengungsian, namun warga yang rumahnya hancur, masih belum bisa tinggal di rumahnya, karena mayoritas warga belum mampu membangun kembali rumah mereka, yang terpaksa mereka  tinggal sementara di depan rumahnya yang  hancur, dengan menggunakan tenda.
 
“Tim Recovery  saat ini tengah menjalankan Program Community Development berupa pemberdayaan ekonomi warga korban gempa, yaitu untuk: para petani garam, pengrajin batu bata merah, usaha roti kering dan kue ade (kue khas Pidie Jaya-red), usaha kedai kopi, penanaman buah naga, selain tengah membangun kembali sejumlah Meunasah ,”ungkapknya []

Penulis: Muhajir Arif Rahmani