Beranda > Berita Terbaru
Event

Kini, Cibinong Juga Hadirkan Sodaqo

31 Jan 2017
Kini, Cibinong Juga Hadirkan Sodaqo

ACTNews, JAKARTA - Di era modern tempat kita bersemayam hari ini, hampir tak ada sejengkal pun sudut kehidupan kita yang tak tersentuh kapitalisme. Prakteknya ibarat gurita yang semakin hari semakin gemuk, delapan tangannya merambah ke seluruh mata angin tanpa terkecuali. Ungkapan yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin seperti kenyataan yang berubah klise saking seringnya ditemui. Sebuah ironi pahit yang terpaksa harus ditelan masyarakat ekonomi menengah ke bawah setiap harinya.
 
Di Indonesia, mayoritas masyarakat menengah ke bawah adalah Muslim. Namun hingga hari ini, upaya melawan arus kapitalisme dengan ekonomi berlandaskan Islam masih minim di tengah masyarakat. Pembahasan mengenai bagaimana seharusnya umat bangkit secara ekonomi kebanyakan berakhir dalam ruang diskusi para akademisi. Sementara harga bahan pokok tampaknya lebih suka melambung daripada menukik, dan rakyat yang paling merasakan dampaknya semakin tercekik.
 
Bagaimanapun, tak pernah ada kata menyerah dalam kamus Aksi Cepat Tanggap. Biarpun bisnis korporat terus menggilas usaha rakyat kecil untuk bertahan hidup, Aksi Cepat Tanggap juga senantiasa berusaha menghadirkan inovasi untuk menguatkan ekonomi umat.
 
Salah satunya adalah dengan menghadirkan minimarket Sodaqo di tengah masyarakat. Setelah sebelumnya dua cabang baru Sodaqo hadir di wilayah Depok dan Bintaro, Sodaqo kini juga hadir di Cibinong.
 
Peluncuran cabang Sodaqo terbaru tersebut berlangsung pada Minggu (29/1) di Jalan Taman Makam Pahlawan, Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Outlet Sodaqo ini merupakan outlet ke-13 yang telah diluncurkan oleh PT. Hydro, salah satu mitra Aksi Cepat Tanggap dalam bidang retail.
 
Menurut Ahmad Junaidi, Head of Operation PT. Hydro, perbedaan Sodaqo dengan bisnis retail konvensional terletak pada bussiness positioning serta konsep kemitraan yang digunakan. Sementara bisnis lain berfokus semata-mata pada keuntungan, Sodaqo memposisikan diri sebagai tempat belanja sekaligus tempat bersedekah. Sodaqo bertujuan agar masyarakat memiliki pilihan tempat belanja sembari menanamkan mindset belanja yang memiliki nilai amal.
 
Selain itu, bentuk kemitraan yang ditawarkan juga lebih adil. “Sodaqo mengusung prinsip kemitraan, jadi kepemilikannya bersama-sama. Mitra juga tidak dikenakan biaya macam-macam,” jelasnya.
 
Jenis kemitraan dalam Sodaqo sendiri terbagi dua, yakni new, di mana mitra mendirikan minimarket baru, dan convert, di mana mitra yang memang sudah memiliki minimarket mengubah tampilan fisik dan manajemen minimarketnya mengikuti konsep Sodaqo. Sodaqo Pondok Rajeg merupakan salah satu yang menggunakan jenis convert.
 
Menurut Nenny Malisyah Herti, pemilik outlet Sodaqo Pondok Rajeg, dirinya merasa senang bisa bergabung dengan jaringan Sodaqo. “Saya memutuskan bergabung karena merasa ada kesamaan visi. Sebelum berubah menjadi Sodaqo, saya memang sudah memiliki program untuk bantu-bantu warga, misalnya melalui paket sembako murah. Selain itu, sekarang saya jadi lebih mudah untuk urusan teknis,“ ungkapnya.
 
Nenny berharap gerai Sodaqo yang ia kelola bisa lebih maju, lebih bermanfaat, dan menjadi pilihan alternatif warga Cibinong dalam berbelanja.
 
Februari mendatang, gerai Sodaqo akan hadir pula di Cileungsi dan Duren Sawit. PT. Hydro menargetkan pendirian 20 outlet Sodaqo per bulan sepanjang tahun 2017 di wilayah Jabodetabek. Hal ini demi menggerakkan lebih banyak lagi masyarakat untuk menjadikan sedekah sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, termasuk dalam berbelanja. Dengan masifnya gerakan sedekah, diharapkan keadaan perekonomian rakyat setempat semakin maju. []
 
Penulis: Mutsla Qanitah