Beranda > Berita Terbaru
#IndonesiaDaruratBencana

Tentang Puncak Musim Hujan di Januari dan Februari 2017

01 Feb 2017
Tentang Puncak Musim Hujan di Januari dan Februari 2017

ACTNews, JAKARTA - Pagi ini tanggal 1 bulan Februari 2017 pembaca berita di stasiun televisi nasional masih saja mengabarkan hal-hal yang sama di segmen perkiraan cuaca. Jakarta hujan sedang, Surabaya hujan badai, Bali hujan ringan, Makassar dan Bandung hujan badai, begitu juga Yogyakarta hujan badai. Lebatnya hujan dan cuaca buruk mendominasi hampir setiap hari, nyaris di setiap kota di Indonesia.

Tingkah polah cuaca buruk dan hujan lebat sudah berlangsung sejak awal Januari 2017 lalu. Lewat rilisan tertulisnya, BMKG memberikan imbauan bagi masyarakat untuk menjaga waspada impak dari cuaca buruk. Sudah banyak kejadian, bencana banjir dan tanah longsor dalam sebulan terakhir menerjang nyaris di semua pulau besar di Indonesia.

Satu pekan lalu banjir bandang menerjang Manado, beberapa hari setelahnya banjir menenggelamkan wilayah Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Malah satu bulan terakhir, wilayah pesisir hilir Sungai Pasuruan Jawa Timur sudah tiga kali berturut-turut hampir setiap minggu mengalami kebanjiran. Belum lagi cerita banjir dari Situbondo, Jawa Timur juga Kota Bima yang tenggelam nyaris 92% wilayah kotanya.

Memasuki Bulan Februari, hujan lebat nampaknya belum akan berakhir, begitu simpulan keterangan tertulis yang diterima media dari Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus S Swarinoto. “Bencana hidrometeorologi potensial terjadi dalam beberapa hari ke depan,” ungkapnya.

Menurut Yunus, BMKG melihat fenomena hujan lebat dan cuaca buruk sejak Januari 2017 kemarin terjadi karena dinamika atmosfer di sekitar wilayah Indonesia. Aktivitas monsun Asia berinteraksi dengan gelombang tropis, kemudian sirkulasi angin juga membawa bakal-bakal awan cumulonimbus itu sampai ke atas langit Indonesia. Dampaknya mendukung pertumbuhan awan hujan utamanya di atas kawasan Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga ke Pulau Sulawesi.

Selain itu, pemicu lainnya juga berasal dari beberapa wilayah di selatan Indonesia yang cenderung berada pada tekanan rendah. Kondisi ini memicu munculnya pertemuan angin, imbasnya curah hujan begitu tinggi terutama di selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa sampai ke Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara.

Terkait dengan kondisi ini, BMKG memperkirakan, puncak dari musim hujan di tahun 2017 akan berlangsung sejak tanggal 30 Januari sampai dengan 4 Februari 2017. Wilayah yang berisiko tinggi diguyur hujan lebat dan badai meliputi Lampung bagian selatan, Banten, Jawa Barat bagian Selatan, Jawa Tengah, dan Timur bagian Selatan, Bali, NTB, dan NTT, serta Sulawesi Selatan and Barat. []

Penulis: Shulhan Syamsur Rijal
Foto: Antara, Dokumentasi ACT 2016