Beranda > Berita Terbaru
Partnership

Peduli itu Luas, dari Banjar untuk Aceh

06 Feb 2017
Peduli itu Luas, dari Banjar untuk Aceh

ACTNews, BANJARMASIN - Kabar tentang gempa Aceh menyulut emosi hampir sebagian besar masyarakat Indonesia. Dari timur, tengah, sampai barat Indonesia berbondong-bondong menampilkan emosi untuk peduli, membantu memulihkan Aceh, membantu bangkit dari porak-poranda infrastruktur. Pagi itu, pekan pertama Bulan Desember tahun 2016, gempa 6,5 Skala Richter di waktu subuh mengagetkan Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya, sekian jam pasca gempa, diketahui seratusan lebih warga Aceh meninggal tertimbun runtuhan bangunan, sementara kerusakan infrastruktur menghampar, nyaris ambruk, retak, bahkan rata tanah.

Kepedulian dari gempa Aceh itu pun datang meluas, seperti yang dilakukan oleh sekumpulan masyarakat Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Mulai dari komunitas seniman, Ikatan Keluarga Mahasiswa Akper Intan Martapura, sampai Jamaah Shalat Subuh Masjid Al Munawwarah Banjarmasin ramai-ramai menitipkan amanah donasi untuk Aceh lewat Radar Banjar Peduli (RBP) dan Aksi Cepat Tanggap.

Kepedulian Meluas

Akhir Desember kemarin, Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) Akper Intan Martapura datang berkunjung ke Radar Banjar Peduli, sebuah sayap sosial yang digawangi oleh Radar Banjarmasin. “Selama dua hari kami menggalang dana di jalan. Semoga apa yang kami kumpulkan ini bisa turut membantu korban gempa di Aceh,” ujar Ketua IKM Akper Intan Samsul Bahri.

Menurut Samsul, RBP selama ini menjadi kawan dekat untuk urusan kemanusiaan, lembaga lokal yang paling dekat dan terpercaya untuk salurkan donasi kemanusiaan selama ini. Apalagi untuk program pemulihan Gempa Aceh, RBP berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap untuk mengejar target pembangunan ulang puluhan Meunasah yang ambruk pasca gempa.

Sementara itu, beberapa pekan pasca Gempa Aceh, Radar Banjar Peduli pun menyambut kepedulian dari sekumpulan komunitas seniman di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Komunitas seniman yang terlibat begitu beragam, meliputi Akademi Bangku Panjang MGR, Marching Band Diva Suara Dharma Banjarbaru, Pawadahan Nanang Galuh Banjarbaru, Sanggar Ar Rumi STAI Darussalam, Band Soulsix, Sanggar Kemilau Intan Kalimantan Selatan, dan didukung pula oleh Dewan Kesenian Daerah Kota Banjarbaru.

Komunitas Seniman ini melakukan penggalangan dana selagi berpentas seni di Taman Van Der Vijl Banjarbaru. Berbagai pertunjukan seni seperti tari, musik panting, musik assembly, madihin dan teatrikal puisi disajikan selagi menggalang dana. Pentas seni untuk Aceh yang disajikan malam itu bertajuk “Setetes embun untuk Bungong Jeumpa”.

Tak hanya pentas seni, penggalangan dana juga dilakukan lewat lelang sejumlah lukisan karya seniman Banjarbaru Sulistyono dan penjualan buku. Ogi Fajar Nuzuli selaku pembina RBP yang hadir pada malam itu menyampaikan bahwa sinergi berbagai komunitas tersebut menjadi bukti bahwa Aceh begitu membekas di masyarakat Kalimantan Selatan.
 "Inilah wujud kepedulian masyarakat Kalsel khususnya Banjarbaru dan Kabupaten Banjar untuk masyarakat Aceh," ujarnya.

Hadir pula Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan yang mengapresiasi kegiatan tersebut. "Ini kegiatan luar biasa karena dua momen sekaligus berlangsung dalam waktu yang sama, pentas seni sekaligus aksi kemanusiaan," ujarnya.

Dari pentas musik senja sampai waktu subuh, kepedulian masyarakat Banjarmasin terus bergulir. Tak ketinggalan ribuan jamaah Shalat Subuh dari berbagai penjuru Kota Banjarbaru turun tangan menghidupkan kepedulian untuk masyarakat Aceh. Salat Subuh berjamaah tak lama seusai Aksi Bela Islam Jilid III menghadirkan KH Arifin Ilham di Masjid Al Munawwarah.
Sedikitnya 3000 jamaah salat subuh, termasuk sejumlah pejabat Kota Banjarbaru menunaikan subuh bersamaan. Setelah Subuh, KH Arifin Ilham mengisi pagi dengan pesan-pesan untuk menjaga ibadah, amal saleh, dan dakwah.

Selagi KH Arifin Ilham menyelesaikan khotbah subuhnya, panitia masjid mengedarkan kotak amal yang hasilnya disumbangkan untuk korban gempa Aceh, melalui Radar Banjar Peduli, sayap sosial Harian Radar Banjarmasin.

Penyerahan secara simbolis sumbangan jamaah Subuh warga kota Banjarbaru ini dilakukan Sekretaris RBP Dr Diauddin, disaksikan pula oleh salah satu tokoh pendiri RBP Darmawan Jaya Setiawan, Wakil Walikota Banjarbaru. Total dana yang dikumpulkan jamaah Subuh Masjid Al Munawwarah untuk korban gempa Aceh sebesar Rp27.651.200.

Tiga aksi Masyarakat Banjar untuk Aceh itu menjadi bukti kepedulian itu meluas. Bahkan bisa jadi masih puluhan bahkan ratusan aksi serupa yang dilakukan masyarakat Banjar untuk Aceh. Sampai penutup tahun 2016 kemarin, seluruh donasi yang terkumpul lewat Radar Banjar Peduli disalurkan kepada Aksi Cepat Tanggap. Total dana yang disalurkan RBP untuk Aceh berjumlah tak kurang dari Rp64.868.700.

Untuk pemulihan gempa Aceh, Aksi Cepat Tanggap masih menjaga ritme untuk melanjutkan pemulihan atau pembangunan ulang Meunasah. Sebab bagi masyarakat Aceh, Meunasah adalah sentral peradaban. Ibadah dan segala urusan sosial masyarakat bermula dari Muenasah. Namun gempa kuat 6,5 SR Desember kemarin merubuhkan nyaris 100 bangunan Meunasah di Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Pidie, dan Kabupaten Bireuen. []


Penulis: Shulhan Syamsur Rijal