Beranda > Berita Terbaru
#SEDEKAHPANGAN

Cegah Kerawanan Pangan: Ratusan Paket Sedekah Pangan Didistribusikan di 9 Desa

06 Feb 2017
Cegah Kerawanan Pangan: Ratusan Paket Sedekah Pangan Didistribusikan di 9 Desa

ACTNews, BANDUNG – Ratusan Paket Sedekah Pangan dari Bukalapak.com, Superindo dan Donatur Publik ACT pada Sabtu (4/2), telah didistribusikan Tim Implementator ACT bersama MRI Kabupaten Bandung di sembilan desa, di Kabupaten Bandung. Distribusi dilakukan di wilayah pelosok desa, kumuh Kota, wilayah langganan bencana banjir dan wilayah yang terkena wabah Demam Berdarah Dengue/DBD.  
 
Sembilan desa tersebut diantaranya: Desa Neglasari (Kecamatan Majalaya), Desa Margabakti, Desa Pangalengan, Desa Langensari, Desa Rancatungku, Desa Rancamulya, Desa Sukasari (Kecamatan Pameungpeuk), Desa Tarajusari (Kecamatan Banjaran) dan Desa Cimaung (Kecamatan Cimaung).
 
Menurut Atep Salman Al-Farisi, Ketua MRI Kabapaten Bandung, Tim Implementator ACT secara serentak menyebar ke sembilan desa di Kabupaten Bandung,  mendistribusikan bantuan paket pangan tersebut dari pagi hingga sore, menjelang maghrib.          
 
“Kami dibagi beberapa tim melakukan implementasi, dimana di hari sebelumnya kami  awali dengan proses asesmen. Tim bersinergi dengan aparat desa melakukan pendataan, warga yang memang layak menerima paket sedekah pangan ini,”tuturnya.
 
Atep menambahkan para penerima manfaat merupakan warga prasejahtera,  diantaranya yang bekerja sebagai pencari kayu bakar, buruh tani, buruh pabrik, kerja serabutan dan orang tua jompo. “Satu paket pangan berisi: beras 5 Kg, minyak goreng 2 liter, gula 5 Kg, ikan kemasan kaleng, susu kaleng dan bumbu dapur. Selain mendistribusikan paket sembako, Superindo juga mendistribusikan makanan dan personal hygine produk-produk Superindo,”terangnya.       
 
Program Sedekah Pangan ini merupakan salahsatu program ACT dalam pemberian makanan kepada masyarakat rawan pangan sebagai upaya penyelamatan masyarakat terdampak kelaparan. Salahsatu wilayah yang menjadi perhatian dan sasaran dari program ini adalah wilayah-wilayah terpencil, selain menyasar di wilayah kumuh perkotaan di Indonesia.  
 
Menurut Diding Fachrudin, Tim Implementator dari ACT Program Sedekah Pangan ini akan terus digelar di beberapa titik di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk membantu Pemerintah dalam memberantas Kerawanan pangan yang bisa menyebabkan kelaparan.          
 
“Program ini menjadi prioritas kami (ACT-red) untuk mengentaskan kerawanan pangan karena kemiskinan dan bencana alam. Kami  bersama tim relawan kami dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-red) di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di timur  Indonesia akan terus mendistribusikan paket sedekah pangan,”tekadnya.      
 
Seluruh penerima manfaat sangat bahagia mendapatkan paket pangan ini, karena pembagian Paket Sedekah Pangan ini sangat jarang didapatkan warganya. Seperti yang diutarakan  Ma Anih (59), pencari kayu bakar, warga Kampung Leuwing Awi, Desa Neglasari, Kecamatan Majalaya.
 
Baginya bantuan pangan dari ACT ini sangat membantu hidup dirinya bersama keluarganya, dari kesulitan ekonomi yang dideritanya selama ini.
 
“Alhamdulillah Sep, tos ngabangtosan ema sakaluarga sareng sa Kampung Leuwi Awi. Ema ngaraos bingah kenging ieu paket, langki kenging paket ieu teh Sep. Ku ayana Bangtosan ti ACT ieu, ngurangan pisan beban hirup ema sakaluarga, (Alhamdulillah Dek, sudah membantu nenek sekeluarga bahkan se-Kampung Leuwi Awi. Nenek merasa bahagia sekali mendapatkan bantuan paket ini, karena sangat jarang mendapatkan paket ini Dek. Dengan adanya bantuan ini mengurangi beban hidup nenek sekeluarga),”tuturnya penuh haru.   
 
Implementasi Program Paket Sedekah Pangan ini juga mendapat apresiasi dari Isun Suryadi (45), Ketua BPD Desa Langonsari, Kecamatan Pameungpeuk. Menurut Isun, Program Sedekah Pangan ACT di desa nya sangat membantu pihak aparat desa dalam memberantas kerawanan pangan.     
 
“Bantuan Paket Pangan dari ACT ini, sangat membantu pihak Desa dalam program pengentasan kerawanan pangan, terutama di perkampungan di sekitar bantaran sungai Cisangkuy, yang merupakan kawasan langganan bencana, yang kemarin  terkena wabah DBD. Terimakasih kepada tim ACT.  Semoga ACT terus menebar manfaat lebih luas lagi,”pungkasnya.
 
Menurut data dari Pemerintah Kabupaten Bandung pada tahun 2015 yang lalu, jumlah warga miskin di Kabupaten Bandung berjumlah 288.000 jiwa atau 8 persen dari total penduduk sebanyak 3,6 juta jiwa pada tahun itu. Semoga di tahun ini, jumlah orang miskin semakin berkurang, sehingga bahaya kerawanan pangan yang bisa menyebabkan kelaparan tidak terjadi, amien…! []

Penulis: Muhajir Arif Rahmani
Foto: Diding Fachrudin