Beranda > Berita Terbaru
#SaveHumanity

Rudal Israel Sampai ke Tanah Gaza, Palestina Dirundung Takut

08 Feb 2017
Rudal Israel Sampai ke Tanah Gaza, Palestina Dirundung Takut

ACTNews, GAZA - Situasi di perbatasan Palestina-Israel yang sudah memburuk sejak Januari lalu kini semakin memanas. Senin (6/2) lalu, tank militer Israel melepaskan beberapa tembakan dan menyebabkan dua pos militer di Jalur Gaza luluh lantak. Menurut keterangan pihak berwenang Israel, serangan ini merupakan aksi balasan terhadap sebuah ‘proyektil’ yang ditembakkan ke wilayah Israel pada pagi hari, di hari yang sama.

Anak peluru dari wilayah Gaza itu memang akhirnya jatuh di lapangan terbuka di Asqalan, sebuah kota Israel di sebelah selatan yang berbatasan dengan Gaza. Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun Israel seketika bertindak jauh lebih represif membalas serangan tak bertuan tersebut. Secara terang-terangan, Israel menujukkan kekuatan militernya yang jelas lebih adiluhung dibandingkan militer di sepetak Gaza.

Selain tembakan tank terhadap pos militer Palestina tersebut, masih di hari yang sama militer Israel juga meluncurkan beberapa serangan udara yang menyasar pos-pos militer lainnya di sebelah utara Gaza City. Sementara satu serangan udara lainnya mengarah  ke Khan Yunis di selatan. Menurut keterangan Ashraf al-Qedra, juru bicara kementrian kesehatan Gaza, tiga orang warga sipil Palestina luka-luka akibat serangan ini.

Senin (6/2) menjelang malam, sumber di Palestina melaporkan kembali serangan udara oleh Israel di wilayah tengah Gaza. Israel Defense Force (IDF) berhasil mengenai sasarannya, sebuah bangunan militer Gaza di Shuja’iyya, Jalur Gaza bagian tengah.

Dalam sebuah pernyataan melalui email, juru bicara dari Palestina Abdulatif al-Qanou mengatakan bahwa pihaknya menganggap Israel bertanggung jawab atas eskalasi militer yang tengah terjadi di Jalur Gaza.

Sementara itu di sisi sebaliknya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan tegas menyatakan bahwa Israel akan merespons setiap serangan dari arah Gaza, dan tidak akan membiarkan setiap ‘rintikan’ senjata berat perlawanan rakyat Palestina berlalu tanpa balasan.

Masing-masing pihak mengklaim bahwa serangan yang diluncurkan oleh pihaknya hanyalah bentuk pembelaan diri dan balasan terhadap serangan yang lebih dulu dilakukan oleh pihak lawan. Entah bagaimana eskalasi konflik yang terus naik sejak awal Januari ini akan berujung. Yang jelas, istilah ‘gencatan senjata’ yang dicapai pasca berakhirnya agresi militer Israel pada Juli 2014 silam seperti hanya selembar janji yang tidak mampu mencegah jatuhnya korban jiwa.

Kabar Upaya Diplomasi

Kabar ketegangan yang makin memuncak antara Israel dan Palestina di tahun 2017 ini pun seakan tak peduli sama sekali dengan upaya perdamaian yang sedang digagas negara-negara lain. Beberapa pekan sebelumnya, perwakilan dari 70 negara berkumpul di Paris, Prancis dalam rangka Konferensi Perdamaian Timur Tengah. Menyikapi forum berskala internasional ini Indonesia juga turut hadir dalam upaya diplomasi ini, diwakili oleh A.M. Fachir selaku Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.

Dalam pernyataannya, Fachir mengatakan bahwa kehadiran Indonesia merupakan bentuk komitmen untuk mengawal upaya perdamaian bagi konflik Israel dan Palestina, yang memang termasuk dalam program prioritas Kabinet Kerja Presiden Jokowi.
 
Konferensi Perdamaian ini mengusung tiga agenda utama, yakni menciptakan insentif perdamaian bagi kedua pihak, upaya peningkatan kapasitas bagi negara Palestina, dan mempromosikan adanya dialog antara warga sipil Israel dan Palestina. Pertemuan ini menghasilkan Deklarasi Bersama yang berisi pernyataan kesiapan negara-negara untuk mengambil langkah-langkah solusi pemecahan konflik Israel-Palestina.
 
Seperti upaya-upaya diplomasi sebelumnya, banyak pihak hanya bisa berharap upaya kali ini benar-benar akan membuahkan aksi konkret untuk meredam konflik, tidak hanya berakhir di meja diskusi mewah tanpa dampak yang nyata dan berarti. []

Penulis: Mutsla Qanitah