Beranda > Berita Terbaru
#IndonesiaDaruratBencana

BPBD NTB: 29 Ribu Jiwa Terdampak Banjir Sumbawa

10 Feb 2017
BPBD NTB: 29 Ribu Jiwa Terdampak Banjir Sumbawa

ACTNews, KABUPATEN SUMBAWA - Terulang kembali, banjir bandang lagi-lagi menerjang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejak akhir Desember lalu sampai dengan Februari 2017, pemicu puncak musim hujan sedang beredar sepanjang hari di langit Nusa Tenggara Barat. Masih teringat akhir Desember lalu banjir badang menerjang luar biasa Kota Bima, membuat kekacauan dalam jangka waktu panjang di Kota Bima. Sepekan terakhir, kekacauan itu kembali terulang, setelah Bima, banjir menerjang Sumbawa juga Kabupaten Lombok. Sampai dengan Jumat (10/2) dinihari tadi, jumlah warga terdampak banjir Sumbawa mencapai hitungan 29 ribu jiwa.

Di Kabupaten Sumbawa, banjir datang tiga kali berturut-turut. Hujan lebat sejak berhari-hari kemarin memicu bandang pertama kali datang di hari Selasa, (7/2) sekira pukul 10 malam. Banjir pertama menerjang 557 KK atau 1.934 jiwa di Kecamatan Sumbawa. Kemudian banjir juga meluas di hari yang sama merendam 2719 KK atau 10.146 jiwa di Kecamatan Labuhan Badas.

Duka belum berakhir, sehari berikutnya Rabu (8/2) banjir makin tak bisa dibendung. Melansir catatan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat, Muhammad Rum banjir kedua menenggelamkan dua kecamatan, yakni Kecamatan Tarano dengan jumlah terdampak 1.812 KK atau 7.248 jiwa, juga kecamatan Empang menimpa 1.085 KK atau 4.340 jiwa.

Derasnya hujan belum juga berhenti, sampai hari ketiga banjir meluas ke lebih banyak kecamatan. Rabu (9/2) sejak pukul 9 pagi air bah datang menerjang Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir dengan jumlah terdampak 1.372 KK atau 5.518 jiwa.

Catatan BPBD Nusa Tenggara Barat menyimpulkan banjir di Sumbawa Besar merendam tak kurang dari 7.545 KK atau sebanyak 29.187 jiwa.

Selain itu, kerugian pun dirasakan paling pahit oleh sejumlah petani padi. Tanaman padi yang baru saja di tanam terancam gagal panen seluas 175 hektare di Kecamatan Moyo Utara. Padi-padi ranum itu kemungkinan layu dan mati karena terendam banjir hampir semeter.

Merespons banjir Sumbawa, punggawa relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – ACT dari Nusa Tenggara Barat sudah bergerak menuju titik-titik lokasi kejadian. Kabar terbaru sampai malam tadi hujan lebat terus berlangsung di Sumbawa. Beberapa desa terdampak banjir ada yang belum menerima bantuan logistik, terutama di sekitar Kecamatan Empang.

Dilihat dari pemicunya, Kabupaten Sumbawa memang berkontur tak rata, sebagian wilayah hulu sungai hutan dan bergunung-gunung, sementara pemukiman penduduk berada di dataran yang lebih rendah. Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mahmud Abdullah dalam rilisan persnya menduga ada kerusakan cukup parah di hutan penampung air di wilayah hulu Kabupaten Sumbawa. []

Penulis: Shulhan Syamsur Rijal