Beranda > Berita Terbaru
Emergency Response

Aksi Relawan Bantu Korban Banjir Sumbawa

14 Feb 2017
Aksi Relawan Bantu Korban Banjir Sumbawa

ACTNews, SUMBAWA –  Tim Tanggap Bencana-ACT untuk korban banjir di Kabupaten Sumbawa terdiri dari Masyarakat Relawan Indonesia/MRI Sumbawa, Bima dan Dompu, Sabtu-Minggu (11-12/2/2017), menggelar aksi kemanusiaan membantu korban banjir di Kabupaten Sumbawa.
 
Tim MRI gabungan dari Sumbawa, Dompu dan Bima bersinergi dengan KNPI Kabupaten Sumbawa Barat, Perkumpulan Pemuda Desa Sabewe Kecamatan Mere Utara dan Komunitas Perempuan Sumbawa, bergotong-royong melakukan aksi bersih-bersih fasilitas umum dan mendistribusikan bantuan natura untuk korban banjir.   
 
Menurut Khairul Juhdi, Tim MRI Sumbawa, pada Jumat (10/2) atau sehari sebelum melakukan implementasi, Timnya berkoordinasi dengan aparat desa setempat melakukan asesmen dan  pendataan korban serta wilayah yang terpapar banjir.  
 
“Di hari Sabtu hingga Minggu,  kami bergerilya melakukan aksi bersih- bersih fasilitas umum dan distribusi natura ke sejumlah titik di beberapa desa yang terpapar banjir. Alhamdulillah kami gotong-royong kompak dengan teman-teman relawan lainnya, membantu para korban banjir,”tuturnya.
 
Salahsatu bangunan fasilitas umum yang dibersihkan adalah Sekolah Taman Kanak-Kanak/TK Muhajirin di Desa Brang Bara, Kecamatan Sumbawa. TK ini dibersihkan Tim, dari lumpur tebal dan sampah pasca-banjir. Tim juga mengedukasi para warga korban banjir untuk ikut terlibat bergotong-royong membantu membersihkan fasilitas umum yang masih diselimuti lumpur tebal dan sampah.   
 
Warga korban banjir sangat mengapresiasi aksi yang dilakukan Tim Tanggap Bencana-ACT. Bagi warga kedatangan para relawan sangat membantu warga korban banjir di masa recovery. Seperti yang diungkapkan Dra.Suryani, Kepala Sekolah TK Muhajirin, Ia bersyukur sekolahnya kini sudah bersih kembali dan bisa digunakan lagi dalam Kegiatan Belajar Mengajar/KBM.
 
“Kami kagum dengan Tim ACT, aksi bersih-bersih sekolah kami ini, penuh  totalitas dan tuntas! Sangat berbeda dengan yang lainnya yang bekerja setengah-setengah,”ujarnya.  
 
Apresiasi juga datang dari Mukhtar (Kepala Desa Brang Bara), Ia tak menyangka ada sekelompok orang mau membantu warganya. Baginya kedatangan Tim ACT merupakan kejutan bagi warga korban banjir dan menjadi obat penawar bagi penderitaan korban banjir.    
 
“Kami sangat terbantu dengan aksi dari Tim ACT ini, jarang ada sekelompok orang yang mau membantu kami,”tuturnya, penuh haru.  
 
Seperti diberitakan sebelumnya banjir melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Sumbawa, akibat luapan air sungai yang disebabkan hujan terus menerus selama hampir seminggu sejak Senin (6/2) yang lalu.
 
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, tujuh kecamatan yang terpapar banjir tersebut yakni Labuan Badas, Empang, Terano, Sumbawa, Unter Iwes, Moyo Utara, dan Moyo Hilir.
 
Sebanyak 40.291 jiwa terdampak banjir di tujuh kecamatan tersebut. Banjir di Kecamatan Moyo Hilir sampai saat ini masih menggenangi dengan tinggi muka air 30-70 centimeter dan masyarakat terdampak sejumlah 2.952 jiwa. Sebanyak 5.669 jiwa atau 1.402 kepala keluarga terdampak banjir di Kecamatan Moyo Utara.
 
Saat ini korban banjir sangat membutuhkan bantuan natura berupa: makanan siap santap, air mineral, sembako, personal hygine, popok bayi, pembalut wanita, alas tidur, kompor dengan alat dapurnya dan kebutuhan lainnya.[]

Penulis: Muhajir Arif Rahmani  
Foto: Khairul Juhdi