Beranda > Berita Terbaru
#IndonesiaDaruratBencana

Genting Rusak dan Atap Bolong, Sisa Puting Beliung Sidoarjo

17 Feb 2017
Genting Rusak dan Atap Bolong, Sisa Puting Beliung Sidoarjo

ACTNews, SIDOARJO - Cuaca buruk masih mendominasi langit Jawa dalam sampai pekan ketiga Februari 2017. Sudah sejak beberapa pekan silam Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan imbauan awal tentang potensi cuaca buruk di seluruh Indonesia, BMKG memperkirakan sampai Februari dan Maret tahun ini akan menjadi puncak dari musim hujan di Indonesia, terutama untuk wilayah Jawa dan Sumatera.

Selain ancaman banjir dan tanah longsor, cuaca buruk juga berlaku untuk kemungkinan datangnya angin puting beliung atau dalam bahasa lokal sering juga disebut angin topan. Tingkah angin puting beliung ini bahkan lebih sukar diprediksi, bisa menerjang wilayah manapun yang sedang diselimuti langit mendung.

Seperti kejadian tiupan angin puting beliung yang beberapa hari kemarin menerjang wilayah Sidoarjo, Jawa Timur.  Puting Beliung menerjang tiga dusun sekaligus di Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, meliputi Dusun Kasak, Dusun Kembang Sore, dan Dusun Terung Kulon. Ketiga Dusun ini berada di satu desa yang sama yakni Desa Terung Kulon, Kecamatan Krian.

Rabu petang (15/2) ketika sebagian besar warga sudah kembali ke rumah masing-masing, cuaca mendung sejak sekian jam sebelumnya tiba-tiba menimbulkan suara gemuruh kuat. Puting beliung Sidoarjo datang bahkan ketika hujan belum jadi turun.

Tim Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur yang tiba di lokasi beberapa saat setelah kejadian menceritakan ulang kisah dari saksi mata warga setempat. Menurut cerita seorang warga Dusun Terung Kulon, angin bertiup kencang sekali sekitar pukul 16.00 WIB. Angin puting beliung berhembus kuat dengan putaran angin yang terlihat jelas memutar vertikal. Sementara itu arah pergerakan angin dari barat ke timur.

Sekian menit ketika angin puting beliung ini menghajar tiga dusun warga memilih untuk lari tidak berdiam diri di dalam rumah. “Warga berhamburan keluar rumah supaya tidak tertimpa runtuhan bangunan rumah. Genting dan atap seng berjatuhan ditiup angin, kata Joko S selaku Kepal Desa Terung Kulon.

Tidak hanya menghantam genting dan atap ratusan rumah warga, angin puting beliung di Sidoarjo ini juga mencabut akar-akar pohon dan membuat sejumlah pohon tumbang di tepian jalan desa. Tidak sedikit dari pohon yang tumbang juga menghantam rumah-rumah warga.

Sampai Sabtu (18/2) pendataan kerusakan rumah warga masih dilakukan di tiga dusun yang terdampak puting beliung Kecamatan Krian, Sidoarjo. Beberapa warga Desa Terung Kulon juga masih ada yang dirawat di RSUD Sidoarjo karena tertimpa atap dan genting rumah.

Sementara itu, sampai Sabtu ini pula tim ACT Cabang Jawa Timur masih berada di lokasi membantu warga membersihkan sisa-sisa puting beliung. Rohadi, salah satu punggawa ACT Jawa Timur melaporkan, timnya turun tangan aksi pembersihan dan pembenahan di Musala Sabilunnajah, Desa Kanigoro, RT 01 RW 03.

Menyimak sisa-sisa runtuhan genting dan atap akibat puting beliung Sidoarjo, kebutuhan mendesak yang paling dibutuhkan adalah menambal kembali genting dan atap yang rompal dihempas angin puting beliung. Sampai Sabtu pagi (18/2) atau tiga hari pasca puting beliung, Desa Terung Kulon masih porak poranda tidak karuan. Hampir tidak ada rumah yang tidak terhempas genting atapnya.

Sampai dengan beberapa hari ke depan, Aksi Cepat Tanggap akan terlibat pulihkan ribuan genting rumah yang rompal, menggantinya dengan genting baru. Lewat Program Wakaf Genting untuk angin puting beliung Sidoarjo, ACT mencoba mengulang cerita pemulihan Wakaf Genting Rumah.

Beberapa tahun lalu, Program Wakaf Genting ACT sukses memulihkan ribuan genting rumah ketika Gunung Kelud erupsi. Kala itu, erupsi awan panas Gunung Kelud melenyapkan ribuan genting rumah di sekitar lereng Kelud. []

Penulis: Shulhan Syamsur Rijal