Beranda > Berita Terbaru
Emergency Response

Tanggap Darurat untuk Korban Banjir Brebes

18 Feb 2017
Tanggap Darurat untuk Korban Banjir Brebes

ACTNews, BREBES – Bencana Banjir di beberapa wilayah di Indonesia di bulan Februari 2017 ini terus terjadi. Hujan dengan intensitas rutin dengan frekuensi besar, terus mengguyur di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di pulau Jawa. Sungai yang melintasi beberapa wilayah tak mampu menahan besarnya beban air hujan yang menyebabkan meluapnya air sungai, sehingga menggenangi rumah warga beserta puluhan hektar lahan pertanian.   
 
Derasnya hujan yang terjadi di Kabupaten Brebes menyebabkan jebolnya tanggul di Sungai Pemali, sehingga pada Kamis (16/2) dinihari, sejumlah Desa di Kabupaten Brebes, tergenang banjir. Beberapa desa yang terpapar banjir tersebut, diantaranya: Desa Terlanggu, Dukuh Miri, dan Desa Lengkong di Kecamatan Jatibarang serta Desa Wangandalem, Desa Pemaron, Desa Gondosuli, dan Desa Saditan di Kecamatan Brebes.
 
Menurut informasi dari Tim Tanggap Bencana-ACT,  ketinggian air banjir di beberpaa wilayah yang terpapar banjir beragam, di Desa Terlangu - Kecamatan Brebes  ketinggian air  mencapai 1 meter, Desa Pemaron - Kecamatan Brebes mencapai 1,5 meter, Desa Wangandalem – Kecamatan  Brebes  mencapai 1,5 meter, Desa Pulosari -  Kecamatan Brebes mencapai  80 cm, di Desa Lengkong – Kecamatan Wanasari  mencapai 1 meter,  di Kelurahan Gandasuli - Kecamatan Brebes mencapai 70 cm dan di Desa Krasak - Kecamatan  Brebes mencapai 1,5 meter.
 
Akibat banjir yang menggenangi sejumlah Desa, menyebabkan warga korban banjir  harus mengungsi, sebanyak 4.950 jiwa korban banjir terpaksa harus mengungsi di sejumlah tempat, diantaranya di GOR sejumlah  1.075 jiwa, di Pulosari 850 jiwa, di Wangandalem 200 jiwa, di Limbangan Kulon 300 jiwa, di Krasak 260 jiwa, di Terlangu 300 jiwa, di Gedung DPRD Brebes 500 jiwa, di Lingkong 350 jiwa, di Oasis 65 jiwa, dan di Wisma Saditan 50 jiwa.
 
Tim Tanggap Bencana-ACT bersama MRI Jawa Tengah dari Jumat pagi (17/2), terus melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir di rumahnya ke tempat yang lebih aman.
 
Kusmayadi, Komandan Tim Tanggap Bencana-ACT mengungkapkan usai melakukan evakuasi korban banjir, timnya mendistribusikan bantuan natura berupa makanan siap santap dan logistik kepada korban banjir.         
 
“Kami berbagi tugas, selain melakukan evakuasi Tim kami juga mempersiapkan bantuan makanan siap santap untuk para korban banjir, insyaallah hari ini akan segera didirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi,”tekadnya.  
 
Kusmayadi menambahkan Timnya saat ini  tengah berkonsentrasi melakukan evakuasi korban dan distribusi logistik di Desa Limbangan Kulon, yang merupakan wilayah terparah terpapar banjir, yang sebagian warganya masih bertahan di rumahnya yang tergenang banjir.
 
Saat ini tanggul yang jebol di Desa Terlanggu sudah teratasi, setelah seluruh elemen baik dari aparat maupun masyarakat berjibaku memperbaiki tanggul tersebut, yang jebol dan mengalami kerusakan dengan panjang 15 meter dan lebar 6 meter.
 
Saat ini para korban banjir sangat membutuhkan bantuan natura berupa makanan siap santap, air mineral, air bersih, sembako, popok bayi, pembalut wanita, personal hygine, pakaian layak pakai, selimut, alas tidur/tikar dan kebutuhan lainnya.[] Penulis: Muhajir Arif Rahmani   

---------------------------------
Salurkan bantuan anda, untuk membantu korban banjir Brebes ke :

Posko Bencana Banjir Brebes ACT di:
Komplek Pertokoan, Jl. Sunan Gunung Jati III, RT02/RW03, Limbangan Wetan, Brebes - jawa tengah (Depan Langgar dadung)
Kontak Person: 0812-9812-4015 (Kusmayadi)

Atau melalui rekening ACT: 

# Bank Muamalat   304 006 9127
# BNI Syariah   66 00000 302
# Bank Syariah Mandiri  004 011 9999
# Bank Mandiri  127 000 7581 828
Atas nama / Aksi Cepat Tanggap (ACT)