Beranda > Berita Terbaru
#SaveHumanity

Gaza Tak Luput Dirundung Banjir

19 Feb 2017
Gaza Tak Luput Dirundung Banjir

ACTNews, GAZA - Kabar bencana Tanah Air‎ datang beruntun dan beragam. Erupsi Sinabung, banjir di Deli Serdang, Brebes, bahkan Jakarta pohon tumbang makan korban jiwa di Depok. Jauh ke timur, rupanya Gaza, Palestina, yang selalu diuji sebagai kawasan terjajah, pun merasakan bencana serupa. Baru saja Gaza dilibas musim dingin, kini banjir pun mengepung.

"Dua minggu ini situasi di Gaza ‎memburuk akibat banjir. Tapi dua hari belakangan, lebih parah," ujar Jomah Al-Najjar, mitra ACT di Gaza. Sebelum. bencana banjir datang saja, katanya, 70 persen warga Gaza sudah fakir. "Kami memerlukan air bersih baik untuk minum maupun membersihkan diri," jelas Jomah.

Kondisi Gaza sendiri sampai hari ini masih tetap dalam krisis listrik berkepanjangan.‎ "Aliran listrik sangat dibatasi, hanya 3-4 jam setiap harinya," kata Jomah. Kebutuhan lainnya selain pasokan listrik dengan generator dan bahan bakarnya, bantuan selimut dan pakaian hangat masih diperlukan. "Sebagian warga sudah terserang infeksi saluran pernafasan (ISPA)," ujarnya.

Saat ini diperkirakan warga ‎yang sangat perlu dibantu ada sekitar 1.000 keluarga. Hujan yang turun hampir tiap hari, menambah berat cobaan warga yang memang hidup di kawasan yang tak pernah tuntas berbenah setelah serangan Israel yang sewaktu-waktu memporak-porandakan Gaza.

Februari ini menjadi pekan-pekan basah yang berat bagi warga Gaza, terutama ‎bagi yang usia lanjutkan anak-anak. "Terimakasih, saudara-saudara kami dari Indonesia, menanyakan kabar saja sudah sebuah kebahagiaan, apalagi bantuan untuk kami datang dengan keikhlasan. Semoga Allah balas kebaikan kalian dengan karunia yang besar, kalian selalu Allah beri keselamatan," ujar Jomah, menjelang berakhirnya percakapan ini.

ACT tak pernah ‎melewati bulan demi bulan untuk tak membantu warga Gaza. Beragam dukungan filantropi disalurkan untuk mereka, bersumber zakat, infak, kurban bahkan wakaf. "Gaza, sebagaimana beberapa krisis kemanusiaan yang menimpa umat Islam lainnya di Suriah, Myanmar, Afrika, Yaman, tetap kami suarakan dan kami bantu. Intinya bukan pada bantuan yang dikirimkan, meski bantuan itu juga penting. Yang utama, dunia tak boleh berhenti berusaha mengatasi krisis kemanusiaan langsung dari pangkalnya," ujar Yana Hermain, Vice President ACT.

Menyikapi bencana di Gaza, Yana pun menuturkan bahwa lembaga kemanusiaan hanyalah salah satu entitas yang peduli, kenyataannya semua harus bergerak. “Pemimpin-pemimpin dunia dan badan dunia seharusnya lebih mampu dan lebih gigih mengikhtiarkan ini untuk dunia yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Diba Syarif