Beranda > Berita Terbaru
#IndonesiaDaruratBencana

Banjir Bandang 'Hantam' Kota Tomohon

20 Feb 2017
Banjir Bandang 'Hantam' Kota Tomohon

ACTNews,TOMOHON – Sepanjang bulan Februari 2017 ini, bencana banjir banyak melanda di beberapa wilayah di Indonesia, baik di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan wilayah lainnya di Indonesia.
 
Seperti bencana banjir bandang yang terjadi di Kota Tomohon pada  Minggu sore (19/2). Hujan selama tiga jam menyebabkan ratusan rumah terendam banjir dan beberapa kendaraan mengalami kerusakan, akibat sungai Sapa tidak mampu menampung debit air yang sangat besar.
 
Berdasarkan Informasi yang diperoleh dari Tim MRI Sumatera Utara sedikitnya 7 Kelurahan di Kecamatan Tomohon Selatan tergenang banjir bandang, diantaranya: Kelurahan Walian, Walian 1, Matani 1, Matani II, Tumatantang, Saronsong dan Ulindano.
 
Puncak debit air terjadi pada pukul 16:00 Wita. Diperkirakan ketinggian air mencapai 1 meter lebih.  Tanpa diduga, Kota Tomohon mengalami banjir bandang akibat derasnya hujan yang turun, sejak Pukul 15.00 Wita dan berlangsung sekitar 30 menit.
 
Seperti diberitakan di Tribun Manado, air kiriman yang berlimpah dari sungai Sapa merupakan kiriman dari beberapa pegunungan dan perbukitan, diantaranya kawasan Perbukitan Wawo dan Gunung Masarang maupun Mahawu sehingga sejumlah kawasan di Tomohon Selatan dan Tomohon Tengah serta Timohon Utara mengalami banjir bandang.
 
Beberapa lokasi yang dipastikan mengalami banjir tersebut, diantaranya Tumatangtang, Lansot, Walian Satu, Walian, Matani Dua, Matani Tiga, Talete Dua dan Kakaskasen Tiga. Menurut warga setempat bahwa hujan deras yang datang secara tiba-tiba termasuk di kawasan Perbukitan Wawo, membuat volume air melimpah sehingga saluran drainase tidak dapat menampung lagi.
 
Peristiwa  banjir bandang ini 16 tahun sebelumnya pernah terjadi di Kota Tomohon, banjir bandang saat itu terjadi pada tahun 2001.
 
Saat ini korban sangat membutuhkan bantuan natura berupa  berupa makanan siap santap, air mineral, air bersih, sembako, popok bayi, pembalut wanita, personal hygine, pakaian layak pakai, selimut, alas tidur/tikar dan kebutuhan lainnya.[]

Penulis: Muhajir Arif Rahmani   
Foto.Merdeka.com