Beranda > Berita Terbaru
Tepian Negeri

Sekolah Baru di Tepi Kebun Sawit itu Akhirnya Rampung

20 Feb 2017
Sekolah Baru di Tepi Kebun Sawit itu Akhirnya Rampung

ACTNews, MUSI BANYUASIN - Sebelum malam makin larut, ruang petak 6x7 meter itu sudah ramai. Semua yang hadir menyesaki ruangan duduk bersila, dari mulai anak-anak, ibu sampai si bapak-bapak berpeci duduk takzim. Ada rasa bangga dan bahagia dalam benak mereka satu persatu. Sebabnya satu, di ruangan yang masih berbau cat itu esok hari sudah mulai digunakan sebagai ruang kelas baru anak-anak Kampung Bandar Jaya.

Minggu malam (19/2) sebuah prasasti yang menempel di tembok kelas itu menandai rampungnya pembangunan dua ruang kelas berukuran masing-masing 6x7 meter. Dalam prasasti tercetak permanen bertuliskan “Sekolah SDN Muara Medak Kelas Jauh, dibangun oleh Aksi Cepat Tanggap dan Cerah Hati”.

Ya, terselip di tengah kampung Bandar Jaya, jauh di pelosok perkebunan sawit ratusan hektare, anak-anak kelapa sawit itu akhirnya punya ruang belajar baru.

Malam itu, semua ikut merayakan. Puluhan keluarga siswa, sesepuh kampung, ibu guru dan bapak guru yang datang jauh dari kampung sebelah rela menembus jalan lumpur membelah kebun sawit, sampai puluhan anak-anak kelapa sawit ramai berdoa bersama. Tatapan mata mereka penuh sumringah. Semua menatap bangga, terlebih pada lantai ubin dan warna cat ruang kelas yang terang mentereng disorot lampu bertenaga genset diesel. 

Sekira tiga minggu proses pengerjaan, dua ruang kelas baru berukuran total panjang 14 meter dan lebar 6 meter menjadi kebanggaan baru untuk Kampung Bandar Jaya. Bisa jadi bangunan dengan fondasi beton dan berlantai ubin itu jadi bangunan paling ciamik sekampung. Dua ruang kelas baru ini menjadi arena bermain baru untuk anak-anak SDN Muara Medak Kelas Jauh. Sebelum bangunan permanen ini rampung, puluhan anak-anak kelapa sawit belajar di ruang kelas ala-kadarnya, berdinding kayu dan berlantai semen. Kalau hujan air hujan bisa rembes ke dalam membuat basah seluruh ruang kelas mereka.

“Alhamdulillah kelasnya sekarang bersih berlantai ubin dan bertembok permanen. Dari jauh sudah nyala terang catnya, pasti anak-anak nyaman belajar di dalam,” kata Azizah Umami, satu dari tiga orang Ibu Guru di SDN Muara Medak Kelas Jauh.

Kado Istimewa untuk seluruh warga kampung
Ditelisik dari sejarahnya, ruang kelas baru SDN Muara Medak Kelas Jauh ini menjadi kado istimewa tak hanya untuk anak-anak semata, tapi kado bagi seluruh warga Kampung Bandar Jaya. Sebab, sekira dua tahun lalu, SDN Muara Medak Kelas Jauh berhasil didirikan lewat uluran tangan seluruh warga kampung. Mulai dari urunan dana sampai dengan urunan tenaga.

SDN Muara Medak Kelas Jauh adalah mimpi warga Kampung Bandar Jaya yang diusahakan bersama. Kampung yang terpencil jauh di belakang rimbunan kebun sawit Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin ini dulunya hanya bisa menyekolahkan anak-anaknya ke desa sebelah. Jaraknya bukan main, sejam-dua jam menggunakan sepeda motor lewat jalur lumpur.

Hingga akhirnya urunan warga Bandar Jaya bisa menginisiasi berdirinya sekolah untuk anak-anak kampung mereka. Diberi nama Kelas Jauh menginduk dari SDN Muara Medak yang berjarak 10 km jauhnya dari Bandar Jaya.

Meskipun ruang kelas lama itu hanya berupa dinding kayu dan lantai semen seadanya, tapi maknanya luar biasa. Maka dari itu, bangunan baru SDN Muara Medak Kelas Jauh ini makin menambah sumringah warga Bandar Jaya.

“Alhamdulillah, Kami sangat bersyukur sekali atas kedatangan Tim ACT dan Cerah Hati ke kampung kami. Serasa mimpi. Semua datangnya mendadak. Rasa bahagia saya dan seluruh warga kampung ini mendadak. Kami masih tidak menyangka,” ungkap Komaruddin, sesepuh Kampung Bandar Jaya.

Komaruddin, atau yang akrab dipanggil Abah Komar menceritakan rasa bahagianya yang mendadak datang. Menurutnya, semua proses pembangunan sekolah baru ini datang cepat sekali.

“Pak RT tempo hari bilang ke saya, Abah Komar itu Tim ACT yang bakal bangun sekolah mau datang besok. Ya Allah Kok mendadak sekali Pak RT? Orang di sana kebon sawit belum saya bongkar. MasyaAllah,” tuturnya sembari tertawa renyah sekali.

Cukup tiga minggu saja, sekolah Bandar Jaya rampung

Berapa lama waktu yang digunakan untuk membikin ruang sekolah baru SDN Muara Medak Kelas Jauh?

Dari tahap fondasi sampai ubin dan cat mengilat terpasang hanya butuh waktu tiga minggu saja. Tidak lebih dari 21 hari, ruang kelas itu selesai dibangun. Kerja hebat tim sekolah Tepian Negeri ACT, ditambah gotong royong luar biasa dari warga Bandar Jaya membuat pekerjaan bangun ruang sekolah ini luarbiasa cepat.

“Perkiraan awal saya, ngga mungkin sekolah ini 30 hari selesai. Kalau dilihat dari sulitnya jalan masuk ke kampung untuk membawa bahan bangunan, mungkin saya pikir sekolah ini baru bisa selesai dua atau tiga bulan. Tapi MasyaAllah, saya ngga menyangka secepat ini. Pekerja bangunan dari ACT itu kayak ngga ada lelahnya,” tutur Abah Komar.

Abah Komar bahkan punya cara sendiri mengajak seluruh warga kampung Bandar Jaya bergerak membantu bangun ruang kelas baru. Ia menggilir satu persatu warganya untuk bantu bangun kelas setiap hari.

“Saking bersyukurnya Abah katakan ke warga, seandainya warga ada yang tidak mau berangkat maka saya akan datangi satu persatu. Dulu waktu bangun ruang kelas dindin kayu itu kita sudah urunan uang dan tenaga untuk sekolah anak-anak Bandar Jaya. Sekarang cuma tinggal bergerak urunan tenaga semua harus kompak, pendidikan anak-anak Bandar Jaya nomor satu,” ujar si Abah Komar.

Mulai hari ini, Senin pagi (20/2) puluhan anak-anak kelapa sawit Kampung Bandar Jaya sudah mulai merasakan serunya belajar di atas lantai ubin.

“Sepatu mereka dilepas hari ini. Mereka belajar sambil duduk di lantai ubin. Kami sampaikan terima kasih banyak untuk ACT dan Cerah Hati sudah bermurah hati bangun sekolah untuk kami di Bandar Jaya. Masih banyak sekolah lain di pelosok Indonesia, tapi sekolah kami mendapat gilirannya. Kami tidak bisa memberikan apa-apa, cuma terima kasih sekali lagi,” ungkap Rumata satu dari dua orang Bapak Guru SDN Muara Medak Kelas Jauh.

Jauh di pelosok Kebun Sawit Kabupaten Musi Banyuasin, sekali lagi Aksi Cepat Tanggap dan Cerah Hati berkolaborasi hadirkan kado istimewa. Ucapan terima kasih berkali-kali tulus terucap dari tiap wajah polos anak-anak Kampung Bandar Jaya.

“Terima kasih ACT dan Cerah Hati. Cita-cita saya mau jadi orang kaya. Saya mau punya kebun sawit luas. Saya harus semangat lagi sekolah,” ungkap Zaki, siswa kelas dua SDN Muara Medak Kelas Jauh. []
 
Penulis: Shulhan Syamsur Rijal