Beranda > Berita Terbaru
DMII

Roadshow Kedua Training Sistem Komando Tanggap Darurat, Sambangi Kota Bengkulu

21 Feb 2017
 Roadshow Kedua Training Sistem Komando Tanggap Darurat, Sambangi Kota Bengkulu

ACTNews, BENGKULU – Roadshow Training dan Workshop Kesiapsiagaan Bencana: Disaster Emergency Response Command System and Tree Planting /Sistem Komando Tanggap Darurat (SKTD). Yang digelar Tim Disaster Management Institute of Indonesia/DMII-ACT dan Sampoerna untuk Indonesia, di  6 Kota yang terindikasi rawan bencana di Pulau Sumatera, saat ini sudah berjalan tahap kedua.
 
Kota Bengkulu menjadi wilayah kedua dalam penyelenggaraan pelatihan ini, yang digelar di Balai Prajurit Gamas-Korem 041 Bengkulu Jl. Pembangunan no. 3, Padang Harapan, dari Senin – Rabu (20-22/2/2017).
 
Setelah sebelumnya sukses digelar di Kota Bukittinggi  selama 3 hari dari  Senin – Rabu  (16 – 18/1/2017). Program ini rencananya akan berlanjut di Kota Banda Aceh, Kota Palembang, Kota Pekanbaru, dan terakhir Kota Pangkalpinang.
 
Bengkulu merupakan Kota yang berada di pesisir pantai dan berhadapan langsung dengan samudera Hindia, menyimpan potensi ekonomi hebat dan sekaligus potensi bencana berskala massif, berupa gempa subduksi dan juga gempa darat akibat patahan Sumatera (Sumatera fault).
 
Untuk membangun kesiapsiagaan bencana tersebut, Sampoerna untuk Indonesia, bekerjasama dengan ACT menggelar Pelatihan ini, yang dihadiri oleh 80 orang peserta berasal dari perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah / SKPD, dunia usaha, dan unsur masyarakat.
 
Salah satu potensi bencana yang kerap terjadi di Kota Bengkulu adalah gempa subduksi yang bersumber di laut, dan merupakan bagian dari Sumatera Megathrust. Selain gempa Subduksi, Kota Bengkulu pun memiliki kerentanan akibat ancaman Patahan Sumatera yang membelah Pulau Sumatera dari Aceh hingga Lampung, sepanjang 1900 KM. Untuk membangun kesiapsiagaan bencana di Bengkulu, maka digagaslah program ini .
 
“Bagi Sampoerna untuk Indonesia program pelatihan ini merupakan salah satu wujud tanggungjawab sosial perusahaan. Dengan program pelatihan ini, diharapkan ada semangat bersinergi di lingkup kota Bengkulu, baik pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Jadi kami ikut berkontribusi dalam membangun kota Bengkulu yang lebih baik,” ujar Ervin Pakpahan, perwakilan dari Sampoerna untuk Indonesia.
 
Menurut Insan Nurrohman, Vice Presiden-ACT, output dari pelatihan ini adalah adanya peningkatan kapasitas para stakeholder penanggulangan bencana Kota Bengkulu, di fase tanggap darurat. Ada SKPD terkait, ada Lembaga lokal yang memiliki concern terhadap penanggulangan bencana banjir, akademisi, dunia usaha dan juga komunitas masyarakat.
 
Apresiasi positif disampaikan oleh H. Helmi Hasan, SE, Walikota Bengkulu, saat ditemui dalam audiensi, Senin (6/2). “Saya mewakili pemerintah Kota Bengkulu, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini. Program ini insyaaallah akan sangat bermanfaat bagi kami dalam membangun kesiapsiagaan bencana di Kota Bengkulu,” ungkap Helmi Hasan.
 
Selain Pelatihan dan Workshop, program ini juga melingkupi kegiatan penanaman 2000 bibit pohon kayu dan buah, serta pendistribusian 40 bak sampah. []

Penulis: Wahyu Novyan
Editor: Muhajir Arif Rahmani