Beranda > Berita Terbaru
Emergency Response

"Nini Bungah Pisan Tos Tiasa Berobat Gratis"

21 Feb 2017

ACTNews, SERANG – Dengan sumringah Dedeh Sugianti (58), nenek 3 cucu ini meninggalkan tempat Pelayanan Kesehatan Cuma-Cuma yang digelar ACT, sambil berucap kepada Tim ACT:
 
Nuhun pisan Jang, Nini mah bungah pisan tos tiasa berobat gratis, Nini mah tara ka Puskesmas kusabab jauh jaba kudu mayar. Teu gaduh artos pami mayar mah Jang, kanggo dahar sapopoe ge meni hararese, (Terimakasih banyak De, Nenek senang banget sudah bisa berobat gratis. Nenek itu ga pernah ke Puskesmas, karena jauh apalagi harus bayar. Ga punya uang kalau harus bayar De, buat makan sehari-hari saja susah),”tuturnya dengan menggunakan bahasa sunda.                   
 
Kebahagian Nenek Dedeh juga merupakan cerminan dari 200 lebih pasien lainnya di 2 kampung sekaligus, yakni Kampung Suarba dan Kampung Ciseke, Desa Batuluwung, Kecamatan Padarincang. Dua ratusan warga ini sehari penuh sudah berobat gratis ke Tim Pelayanan Kesehatan Cuma-Cuma ACT, Sabtu (18/2).           

Bagi Warga 2 kampung di Desa Batuluwung ini, berobat adalah suatu hal yang sulit dan mahal. Pasalnya warga yang mayoritas adalah para petani padi dan nelayan ikan di rawa-rawa ini, kalau mereka mau berobat ke Puskesmas, mereka harus menempuh jarak yang cukup jauh. Apalagi berobat ke puskesmas tidak gratis alias harus bayar. Padahal mayoritas warga di 2 kampung ini secara ekonomi hidup pra-sejahtera.        
 
ACT bersinergi dengan Nissin Foods, MRI Kabupaten Tangerang, mahasiswa Untirta Serang dan Puskesmas Padarincang, menggelar Pelkes Cuma-Cuma, Edukasi Kesehatan, Distribusi susu untuk anak-anak dan ibu-ibu di Desa Batuluwung.
 
Desa ini 2 hari sebelumnya terendam banjir, akibat meluapnya sungai Sukamaju. Hujan deras yang terjadi beberapa hari lalu menyebabkan sungai ini meluap, sehingga merendam beberapa kampung di Desa Batuluwung.
 
Nurjanatunnaim, Penanggung Jawab Program Pelayanan Kesehatan ACT mengungkapkan, Desa Batuluwung merupakan salahsatu desa terpencil di Serang, sudah jauh terpolosok, desa ini beberapa hari lalu terkena banjir.

Pelayanan Kesehatan cuma-cuma dan edukasi kesehatan yang digelarnya ini, menurutnya tepat sasaran. Karena mayoritas pola hidup serta sanitasi warga di desa ini buruk.  
 
“Mereka melakukan mandi, cuci, buang hajat, semua dilakukan di sungai. Hanya sebagian kecil yang mempunyai MCK sendiri di rumahnya,”jelasnya.  
 
Antusiasme masyarakat terhadap implementasi program ACT ini sangat tinggi, sebelum Tim ACT datang, mereka sudah terlebih dahulu berkumpul. Bahkan warga dari kampung Ciseke harus berjalan kaki ke lokasi Pelayanan Kesaehatan Cuma-Cuma ini. Kalau ditempuh berjalan kaki, jaraknya sekira satu jam.

“Padahal kebanyakan pasien adalah ibu-ibu lanjut usia,” ujar Nurjanatunnaim
 
Sebelum Pelayanan Kesahatan Cuma-Cuma dimulai Tim ACT membagikan ratusan paket susu khusus anak–anak dan susu khusus ibu-ibu. Kemudian dilanjutkan dengan Edukasi Kesehatan yang dilakukan Tim dari Puskesmas Padarincang, tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.  
 
Menurut dr.Yani Sandra (38), Tim Dokter ACT, pasien atau warga yang berobat banyak yang awam terhadap pola hidup sehat, sehingga mereka sering mengabaikan pentingnya hidup sehat.        
 
“Sanitasi dan pola hidup warga masih buruk, ditambah pasca-banjir. Banyak yang mengeluh masalah kesehatan terutama diare dan penyakit kulit. Pelayanan kesehatan cuma-cuma dan edukasi kesehatan ini sejenak meringankan beban mereka, menebus kesehatan yang mahal harganya di negeri ini." pungkasnya.[]

Penulis: Muhajir Arif Rahmani    
Foto: Nurjanatunnaim