Beranda > Berita Terbaru
Emergency Response

Usai Kabupaten Lebak, Tim Medis-ACT Sambangi Kabupaten Pandeglang

23 Feb 2017
Usai Kabupaten Lebak, Tim Medis-ACT Sambangi Kabupaten Pandeglang

ACTNews, PANDEGLANG – Setelah menggelar Pelayanan Kesehatan Cuma-Cuma, Edukasi Kesehatan dan Distribusi Susu untuk korban banjir di Lebak, Sabtu (18/2). keesokan harinya Minggu (19/2), Tim Medis ACT kembali menggelar Pelayanan Kesehatan Cuma-Cuma untuk warga korban banjir di Desa Mekar Jaya Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Dua aksi pemulihan banjir dilakukan dalam satu rangkaian. Tak ada lelah, tak ada capai yang dirasa.
 
Aksi Tim Medis ACT ini merupakan lanjutan dari rangkaian respons bencana ACT. Sebelumnya, untuk daerah terdampak banjir di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, ACT tuntas melakukan evakuasi dan distribusi bantuan logistik.

Nurjanatunnaim, Koordinator Tim Medis-ACT mengungkapkan banjir telah merendam desa ini hampir empat hari lima malam, akibat luapan dari Sungai Ciliman. Hampir sepekan perekonomian penduduk setempat lumpuh akibat banjir. Tidak sedikit petani mengalami gagal panen karena sawahnya tenggelam banjir hampir satu pekan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, luapan beberapa sungai di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang menyebabkan sekira 5.232 rumah di 14 Kecamatan Kabupaten Lebak terendam banjir. Luapan sungai juga merendam 3.671 rumah di 13 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
 
“Meskipun fisik kami kelelahan karena usai kami menggelar pelayanan kesehatan di Lebak, kami langsung meluncur ke Desa Mekar di Pandeglang untuk menggelar hal yang sama. Semangat kami dan tim membantu korban banjir sudah melupakan semua rasa lelah, tidak ada capai yang kami rasakan,” ujarnya penuh semangat. Padahal untuk mencapai ke lokasi di pelosok Pandeglang dibutuhkan waktu 6 jam lamanya.
 
Rasa lelah itu juga terbayar lunas karena antusiasme warga Desa Mekar. Meski baru saja dihempas banjir, 200 orang lebih dari kampung Gembong dan Kampung Mekar Jaya berkerumun antre menunggu giliran berobat.   
 
“Beberapa keluhan warga rata-rata penyakit khas yang muncul setelag banjir. Mulai dari penyakit kulit, diare dan penyakit banjir lainnya. Diare kebanyakan terjadi karena air yang dikonsumsi tidak bersih, masih banyak yang keruh karena banjir. Belum juga masalah sanitasi masyarakat setempat. Ada lagi keluhan anak-anak berupa penyakit kulit gatal-gatal. Penyebabnya juga serupa, karena masalah air juga,” ungkap dr. Faris Tim Dokter - ACT.
 
Pepen selaku tokoh masyarakat Desa Mekar, mengungkapkan rasa syukurnya Tim Medis-ACT telah bersedia melakukan Pelayanan Kesehatan Cuma-Cuma di desanya.
 
“Banyak warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan pasca-banjir di Desa kami. Warga kami sangat sulit mendapatkan fasilitas kesehatan, selain jarak puskesmas yang cukup jauh, juga biaya berobatnya yang mahal. Mudah-mudahan program ACT ini dapat berkelanjutan,” ungkap Pepen yang juga menjadi relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Banten. []

Penulis: Muhajir Arif Rahmani
Foto: Nurjanatunnaim