Beranda > Berita Terbaru
#IndonesiaDaruratBencana

Menumpang Perahu Motor, Jangkau Titik Terisolir Banjir Babelan

23 Feb 2017
Menumpang Perahu Motor, Jangkau Titik Terisolir Banjir Babelan

ACTNews, Babelan, KABUPATEN BEKASI - Jakarta kebanjiran lagi, pekan kedua bulan Februari banjir datang kembali menerjang Ibukota. Ruas jalan dibuat lumpuh karena banjir. Pemukiman padat penduduk pun tak luput tenggelam karena banjir.

Namun, ketika semua fokus tertuju pada banjir Jakarta, di sudut lain tidak jauh dari Ibukota, beberapa wilayah di Kota juga Kabupaten Bekasi dirundung cerita pilu yang sama. Bahkan banjir di wilayah Babelan Kabupaten Bekasi sampai mengubah pemukiman menyerupai rawa-rawa bakau yang habis diterjang laut pasang.

Babelan, sebuah kawasan tak jauh dari Ibukota Jakarta. Sekira dua jam perjalanan darat ke timur terus menyusuri jalan lintas non-tol penghubung Jakarta dan Kabupaten Bekasi. Kecamatan Babelan termasuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Bekasi, mengisi tanjung pesisir Pantai Utara Jawa Barat, tepat di sebelah Teluk Jakarta.

Sepanjang tahun, jika air sungai meluap dan air laut pasang, bisa dipastikan sebagian wilayah Babelan akan terendam banjir. Babelan akan berubah jadi rawa-rawa yang tenggelam. Jika sudah begini, menembus Babelan hanya bisa pakai perahu motor.

Hujan lebat Selasa (21/2) kemarin rupanya membuat Babelan kembali tenggelam. Selain Babelan, banjir juga meluas sampai ke Kecamatan Muara Gembong, persis di sebelah Babelan.

Merespons banjir di Babelan, Aksi Cepat Tanggap berkolaborasi dengan PT. Cikarang Listrindo menumpang perahu motor membelah gelap malam. Tim mendapat kabar, kampung yang terendam paling parah terisolir total dari jalan darat. Hanya perahu motor yang bisa menembus rawa dan sungai sampai ke titik terisolir.

“Sejak sore kami tiba di Babelan. Koordinasi dengan aparat desa setempat. Sore menjadi gelap. Listrik belum ada yang menyala diputus total karena masih terendam banjir. Ada ratusan paket yang kami angkut ke perahu motor.” kata Diding Fachrudin, leader tim untuk emergency respons ACT di Babelan.

Beberapa petugas desa menyebut nama Kampung Sembilangan, daerah yang terisolir total karena banjir Babelan. Sembilangan masuk dalam wilayah Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan. Kampung di pesisir Laut Jawa ini sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan. Rabu kemarin (22/2) tim emergency respons ACT harus memutar jauh lewat Kecamatan Taruma Jaya. Melintasi rawa dan sungai lebar, kemudian dilanjutkan dengan rute melewati laut menuju Kampung Sembilangan.

Karena banjir menutup semua jalan darat, perjalanan ke Kampung Sembilangan ditempuh sekira 2,5 jam dengan perahu motor penuh muatan. Di dalam perahu motor ada ratusan paket bahan logistik dan makanan untuk tiap keluarga di Kampung Sembilangan.

Didampingi Yakup Kepala Desa setempat, distribusi dilakukan dari pintu ke pintu mencakup kurang lebih 270 Kepala Keluarga atau sekira 700 jiwa warga. Senja itu, distribusi sempat terhambat karena tim tak menemukan lokasi daratan kering yang bisa dijadikan tempat berkumpul.

“Semua titik di Sembilangan tidak ada yang tidak kena banjir. Akhirnya dari atas perahu tim bergerak distribusi bantuan dari pintu ke pintu,” kata Diding atau yang akrab dipanggil Ading.
Selain Kampung Sembilangan, distribusi bantuan untuk Babelan juga sampai ke Desa Muara Bakti. Di desa ini kurang lebih 300 paket terdistribusi untuk 535 kepala kelurga.

Berbeda dengan kondisi Kampung Sembilangan, banjir di Muara Bakti sudah lebih dulu surut. Aliran Sungai Cibeel kembali normal beberapa jam setelah hujan reda. []

Penulis: Shulhan Syamsur Rijal