Beranda > Berita Terbaru
ACT Bandung

Bantuan Bibit Ikan dari Pertamina, Berdayakan Santri di Priangan Timur

24 Feb 2017
Bantuan Bibit Ikan dari Pertamina, Berdayakan Santri di Priangan Timur

ACTNews, BANDUNG – Sinergi ACT dengan PT. Pertamina Indonesia untuk program-porgram kemanusiaan semakin padu. Berbagai program sinergis ACT Pertamina telah digelar. Seperti distribusi 795 unit kompor high pressure untuk korban longsor Banjarnegara, Pertamina peduli bencana banjir bandang Garut dan Program kemanusian bertajuk: “Pertamax Pertalite Berbagi, Karena Peduli”.
 
Hasil yang diimplementasi dari Program “Pertamax Pertalite Berbagi, Karena Peduli, merupakan buah dijalankannya program ini di seluruh SPBU di daerah Priangan Timur. Seluruh SPBU yang berada di 6 Kota dan Kabupaten meliputi Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran ikut serta dalam program ini.

Setiap pembelian Pertamax Series dan Pertalite di SPBU daerah tersebut telah bekerjasama dengan program ini. Jadi 2.5 % dari margin keuntungannya akan disumbangkan untuk program kemanusiaan ACT pada setiap bulannya.
 
Tahap pertama dari implementasi Pertamax Pertalite Berbagi, Karena Peduli” dilakukan pada Selasa  (2/8), dengan mendistribusikan 100 paket pangan kepada masyarakat pra-sejahtera di empat kampung di Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.
 
Implementasi program ini terus berlanjut, dengan dilakukannya Implementasi tahap kedua yang digelar diakhir pekan ini.

Kali ini bantuan difokuskan kepada program pemberdayaan santri, dengan pemberian bibit ikan di dua pondok Pesantren di Priangan Timur, Jawa Barat, yaitu: Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 di Desa Bayasari Kecamatan Jatinagara-Kabupaten.Ciamis dan di Pondok Pesantren At-Taslim di Kampung Citiis RT02 / RW11, Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung,
 
Menurut Trisna Adi Permana, SPV Program ACT Bandung, Program bantuan bibit ikan ini bertujuan sebagai upaya peningkatan pemberdayaan ekonomi serta membentuk karakter mandiri para santri, Program pemberian bibit ikan ini juga dilakukan untuk pemanfaatan lahan yang ada di pondok pesantren, sehingga terisi dan berdaya guna.
 
“Nantinya para guru atau mentor di pesantren akan membimbing para santri agar mengetahui bagaimana cara memberi pakan serta bagaimana cara mengembangbiakannya. ACT pun sudah menunjuk relawan dari MRI Jawa Barat untuk membantu dalam pemasarannya,” terangnya.
 
Trisna menambahkan pemilihan bibit ikan pun disesuaikan dengan masing-masing lokasi. Di Ciamis misalnya, jenis ikan sesuai dengan arahan salahsatu pengurus Pesantren Mifhtahul Huda 2, yang menyarankan agar memlilih bibit ikan lele, maka sesuai dengan arahan Pengurus Pesantren Miftahul Huda 2, Tim ACT pun membeli bibit ikan lele. Kurang lebih hampir 10 ribu bibit Ikan Lele Sangkuriang seukuran ibu jari.

Sedangkan untuk Pesantren At- Taslim Tim ACT memberikan ikan mas, ikan nila hitam, ikan nila merah serta ikan graskap.
 
Terakhir, Trisna menyatakan semoga dengan bantuan ikan untuk Pesantren ini bisa memberdayakan para santri khususnya di wilayah Priangan Timur Jawa Barat. "Sebab santri pun harus bisa cakap dalam urusan berbisnis, dimulai dari hal-hal yang kecil untuk menjadi wirausaha besar," pungkasnya. 

Penulis: Muhajir Arif Rahmani