Beranda > Berita Terbaru
Partnership

ACT Tandatangani MoU dalam Rapat Kerja Nasional BNPB

24 Feb 2017
ACT Tandatangani MoU dalam Rapat Kerja Nasional BNPB

ACTNews, YOGYAKARTA – Wilayah Indonesia berada di atas jalur cincin api / Ring of Fire, sehingga Indonesia sangat rawan terjadi berbagai bencana alam. Dengan posisi tersebut, Indonesia setiap tahun mengalami gempa bumi lebih dari 400 kali dengan kekuatan di atas 4 Skala Richter.
 
Wilayah daratan Indonesia sekitar 20 persen adalah rawan bencana banjir, sebesar 8,2 juta hektar juga rawan longsor dan sekitar 2,6 juta hektar rawan Tsunami. Demikian luasnya wilayah Indonesia yang berpotensi bencana, sehingga bangsa Indonesia menghadapi tantangan berat dalam hal penyebaran informasi yang cepat dan akurat terkait dengan kebencanaan.
 
Hal tersebut diamini  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, Ia menilai tantangan penanggulangan bencana saat ini dan ke depan akan semakin berat, karena di tahun 2016 frekuensi kejadian bencana mencapai 2.384 kali, sedangkan tahun 2015 sebanyak 1.732 kali. Ini artinya ada kenaikan sekitar 38 persen, di mana laju degradasi kerusakan lingkungan jauh lebih cepat daripada laju pemulihan lingkungan.
 
Namun, tantangan yang berat itu akan menjadi ringan jika semua komponen bangsa ikut bersama-sama bahu membahu membantu dalam penanggulangan bencana. Karena itu, adalah menjadi kebanggaan Willem Rampangiley ketika BNPB bersama-sama 16 kementerian dan lembaga negara dan swasta termasuk salahsatunya dengan Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap/ACT dan Obsession Media Group (OMG), menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dalam Rapat Kerja Nasional BNPB di Yogyakarta, Kamis (23/2).
 
“Saya bangga, bahagia, ternyata kami tidak sendiri dalam menanggulangi bencana alam,” tegas Willem dalam pidato sambutannya usai penandatanganan MoU tersebut. Kebersamaan antara BNPB dan lembaga negara serta swasta ini sesuai dengan tema Rakernas BNPB tahun 2017 yakni “Wujudkan BPBD yang Tangguh, Teruji dan Profesional dalam Bingkai Kebersamaan”.
 
Selain OMG penandatanganan MoU itu sendiri juga melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pertahanan, Radio Republik Indonesia (RRI), BPPT dan lembaga lainnya.
 
Penandatanganan MoU ini memiliki nilai penting mengingat  penanggulangan bencana itu sangat kompleks dan bersifat multi demensional, multi stakeholder, dan multi disiplin ilmu. “Oleh karena itu sinergi antar pemangku kepentingan dan pemangku kewenangan akan bisa mempermudah pekerjaan dalam penanggulangan bencana secara efektif dan efisien,“ tegasnya.
 
Sementara kepada unsur BPBD, baik di provinsi maupun kabupaten/kota untuk bekerja lebih keras, menyatukan langkah agar bisa menjadi pahlawan kemanusian bagi sesama dalam penanggulangan bencana.
 
Rakernas BNPB-BPBD se Indonesia berlangsung di Yogyakarta, 21-24 Februari 2017, diikuti sekitar 3000 peserta dibuka Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, dihadiri Menteri PAN RB, Ketua Komisi VIII DPR RI, Gubernur DIY, Gubernur Jawa Tengah, Rektor UGM, perwakilan kementerian/lembaga, kepala daerah, dan mitra penanggulangan bencana.
 
Semoga penandatanganan MoU ini menjadi awal yang baik, untuk rakyat dan bangsa Indonesia dalam menghadapi resiko bencana, amien! []

Penulis: Sutaryo (dbs)
Editor: Muhajir Arif Rahmani