Beranda > Berita Terbaru
#IndonesiaDaruratBencana

Banjir Kembali Menghempas Pemukiman di Garut

27 Feb 2017
Banjir Kembali Menghempas Pemukiman di Garut

ACTNews, GARUT - Cerita banjir itu lagi-lagi berulang. Malam tadi, Ahad (26/2) gemuruh banjir menerjang puluhan rumah warga di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sudah tiga hari ke belakang hujan lebat turun berjam-jam di Garut. Derasnya hujan membuat Sungai Cikeruh meluap, luapannya menghempas dua desa di Kecamatan Sukaresmi.

Dua desa yang terendam banjir yakni Desa Sukamulya dan Desa Sukalilah. Keduanya berada dalam wilayah administratif Kecamatan Sukaresmi. Data sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut mengatakan sedikitnya 60 rumah warga tenggelam banjir. Di beberapa titik, banjir menenggelamkan rumah sampai se-meter.

Dari Kampung Cilegong, Desa Sukalilah banjir membuat mati delapan hektare padi. Sementara di Kampung Sukawangsa, Desa Sukamulya banjir paling banyak menghantam pemukiman, 50 rumah di kampung ini tenggelam.

Melansir Detikcom, Ahmad Ridwan selaku Camat Sukaresmi mengatakan, hitungan jumlah rumah yang terendam bisa melonjak lebih banyak, pasalnya banjir mulai bergemuruh di tengah malam. Keadaan gelap total karena listrik pun diputus sementara oleh PLN. “Karena penerangan terbatas, kami belum bisa mengontrol lagi ada berapa rumah yang terendam. Tapi dari data sementara Ahad malam (27/2), ada 60 rumah terendam, sementara 2 di antaranya rusak parah, hampir habis disapu banjir,” kata Ahmad.

Tak ada korban jiwa dari banjir Garut kali ini. Meski air banjir di Sukaresmi mulai datang pada malam hari – saat sebagian warga sudah tidur – namun dampaknya tak sampai fatal seperti banjir Garut bulan September tahun lalu.

Tentu masih teringat dalam ingatan kolektif masyarakat Indonesia, banjir Garut bulan September tahun kemarin sampai merenggut lebih dari 23 korban jiwa. Belasan lainnya hilang diseret banjir.

Kali ini berbeda, Banjir Garut di Sukaresmi airnya datang tak sederas banjir Garut di Tarogong Kidul bulan September lalu. Kesaksian warga Sukaresmi, hujan deras mulai datang tak lama setelah azan Ashar, hari Ahad kemarin (26/2). Sekitar pukul 16.00 sampai beberapa jam setelahnya, hujan lebat akhirnya meluapkan Sungai Cikeruh.

Tim Aksi Cepat Tanggap Jawa Barat mengontak relawan di Garut untuk mendata langsung dampak banjir di Sukaresmi. Sampai tulisan ini diunggah, tim ACT dan MRI dan Jawa Barat dalam perjalanan menuju Garut, menyiapkan aksi emergency sampai tahap pemulihan banjir. []

Penulis: Shulhan Syamsur Rijal