Beranda > Berita Terbaru
#IndonesiaDaruratBencana

Dataran Tinggi Dieng Digulung Longsor dan Banjir

28 Feb 2017
Dataran Tinggi Dieng Digulung Longsor dan Banjir

ACTNews, DIENG, Wonosobo - Siapa yang menyangka banjir hanya terjadi di dataran rendah saja? Letak sebuah wilayah di dataran tinggi tak menjamin terbebas dari terjangan bencana banjir. Seperti kabar duka yang baru saja datang dari wilayah Dataran Tinggi Dieng. Penghujung akhir pekan terakhir di Bulan Februari 2017, Ahad (26/2) kemarin banjir dan longsor menghantam Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Mengutip Antara, banjir bandang dan longsor di Dieng terjadi hanya berselang jam setelah hujan lebat di Ahad pagi kemarin. Camat Kejajar, Iwan Widiyanto di Wonosobo mengabarkan pada media, banjir di wilayahnya terjadi setelah dua jam hujan sangat lebat turun nyaris merata di seluruh Dataran Tinggi Dieng.

“Hujan deras mulai turun siang jam 13.00 sampai pukul 15.00 WIB. Saking lebatnya hujan, tiga titik lereng Gunung Prau, wilayah Desa Parikesit longsor. Sementara itu warga juga mengabarkan aliran sungai Kalijaran dan Sungai Serayu meluap cepat sekali,” ujarnya.

Sungai Kalijaran yang melintas Desa Parikesit meluap tanpa diduga sebelumnya. Banjir bandang menggulung deras membanjiri Desa Parikesit. Penuturan warga setempat, harta benda tidak sedikit yang hanyut, tak sempat terselamatkan.

Mengutip laman lokal, Diengpos, banyak warung atau toko di rest area 007 Parikesit yang porak-poranda digulung banjir. “Saya sedang tertidur pulas, banjir semakin menjadi-jadi. Saya kaget bukan main. Saat bangun air sudah menggenangi toko, saya langsung lari keluar dari toko,” kata Mubin, salah satu pemilik toko di rest area 007 Parikesit.  Seketika itu toko milik Mubin dindingnya jebol tidak kuat menahan derasnya banjir, etalase ambruk, seluruh barang-barang jualan di tokonya habis dibawa air.

Selain itu, banjir di Dieng ini pun membuat hanyut sekitar lima ton bibit kentang milik para petani. Seperti diketahui, Dieng merupakan wilayah sejuk, cocok untuk bertani kentang. Belum dihitung berapa jumlah kerugian petani kentang yang bibitnya mati lalu hanyut terbawa banjir.

“Warga kami kebanyakan bertani. Selain bibit kentang, banjir juga menghanyutkan paralon saluran air dan sebuah mesin diesel besar yang biasa digunakan petani,” kata Iwan.

Dari Dataran Tinggi Dieng, banjir pun terjadi bukan hanya karena luapan Sungai Kalijaran. Hujan lebat merata membuat Sungai Serayu meluap. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo mengatakan, luapan Sungai Serayu membanjiri wilayah Sibedru, dekat perbatasan Patakbanteng dan Parikesit.

Hingga tulisan ini diunggah, warga Desa Parikesit, Dieng masih berjuang apa adanya untuk pulihkan keadaan. Lumpur banjir bandang masih bersisa dan menempel di rumah-rumah. Akses kesehatan dan logisitk jelas dibutuhkan. Sembari berharap cemas mendung tebal di hari-hari ke depan tidak lagi memicu banjir bandang. []

Penulis: Shulhan Syamsur Rijal
Sumber foto: Radarsemarang, RRI, Antara