Beranda > Berita Terbaru
#IndonesiaDaruratBencana

Banjir di Kendal, 2 Warga Terseret Arus, dan 21 Rumah Hanyut

28 Feb 2017
Banjir di Kendal, 2 Warga Terseret Arus, dan 21 Rumah Hanyut

ACTNews, KABUPATEN KENDAL - Deretan bencana banjir belum habis. Dari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah duka banjir datang lagi. Minggu (26/2) hujan lebat di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Kendal, memicu bandang menerjang pemukiman dan area persawahan Kecamatan Sukerejo, Kabupaten Kendal.

Banjir bandang pertama kali datang sekira pukul 16.00 sore di hari Minggu (26/2). Rilisan pers dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, banjir terjadi di wilayah Dusun Kenjuran, Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal.

Bandang datang menggulung Dusun Kenjuran bersama dengan lumpur. Dampaknya bukan main, ketika banjir lumpur menggulung Dusun Kenjuran, dua orang dewasa dilaporkan terseret arus. Hingga tulisan ini diturunkan, korban terseret belum ditemukan.

Sementara itu, sampai hari ini, Selasa (28/2) jumlah rumah yang hanyut disapu banjir makin bertambah. Sebelumnya dikabarkan 11 rumah di Dusun Kenjuran lenyap tidak bersisa. Kini, data terbaru yang berhasil dihimpun, rumah rusak dan hanyut mencapai 21 unit.

Rinciannya, dua rumah hanyut tidak bersisa, dua rumah roboh tinggal bersisa tiang-tiang fondasi, tujuh rumah rusak berat, dan 10 rumah rusak ringan. Selain itu, ratusan rumah lainnya di Dusun Kenjuran nyaris tidak ada yang tidak diterjang lumpur banjir.

“Rumah hanyut milik Bapak Ngardi dan Ibu Sukeni. Kalau yang roboh rumahnya Bapak Darmadi dan Ahyari,” kata Misromi, Kepala Desa Purwosari, mengutip Kompas.  

Derasnya arus banjir bandang memicu ketakutan warga setempat kembali ke rumah masing-masing. Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menyebut angka sekira 982 warga mengungsi di masjid dusun.

Dua hari selepas banjir bandang, kondisi Desa Kenjuran masih porak-poranda. Tim Aksi Cepat Tanggap wilayah Jawa Tengah sudah berada di lokasi banjir sejak Senin (27/2) kemarin. Urgensi pemulihan yang sedang dikebut hari ini membuang semua lumpur sisa bandang ke luar rumah.

Persediaan logistik makanan siap saji, obat-obatan, pakaian juga selimut tetap dibutuhkan untuk pengungsi yang berjumlah nyaris seribu orang. Selain logistik, warga Kenjuran pun sangat membutuhkan pasokan air bersih. Bantuan tangki air bersih yang dikeluarkan BPBD dan PDAM belum mencukupi kebutuhan.

Untuk kebutuhan air minum, masak, dan mandi warga di pengungsian berebut tiga tangki air bersih yang tersedia. Sementara untuk membersihkan lumpur sisa banjir, tangki air bersih yang tersedia sama sekali tidak mencukupi. []  
 
Penulis: Shulhan Syamsur Rijal