Beranda > Berita Terbaru
#IndonesiaDaruratBencana

Angka dan Data Bencana Alam di Indonesia 2016-2017

28 Feb 2017
Angka dan Data Bencana Alam di Indonesia 2016-2017

ACTNews, JAKARTA - Bicara tentang bencana alam di Indonesia, sekian dekade menjadi Indonesia, negeri ini secara alami berada dalam kepungan bencana alam. Istilah rawan bencana sudah melekat bahkan jauh sebelum nama Indonesia dikenal sebagai negeri yang berdaulat.

Sejenak memutar lagi catatan ke belakang, refleksi pertanyaan yang muncul kemudian adalah, bencana alam seperti apa yang paling sering terjadi di Indonesia? Dari rekam jejak bencana setahun ke belakang, publik bisa menilai dan menyikapi sedini mungkin untuk meredam risiko bencana.

Tentang angka dan data bencana alam di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis catatan bencana di Indonesia sepanjang tahun 2016 lalu. Kesimpulannya? Sebanyak 92 persen dari bencana yang menerjang Indonesia adalah bencana kategori hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi berarti bencana alam yang dipicu oleh curah hujan lebat, deras dan basah sepanjang musim hujan. Catatan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di Indonesia membubung sepanjang tahun 2016. Bahkan BNPB menyimpulkan catatan bencana tahun 2016 jauh lebih besar dibanding tahun 2015 lalu.

Selasa (21/2) pekan lalu, Dari Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Kepala BNPB Willem Rampangilei menyampaikan laporannya pada sebuah kuliah umum bertajuk “Penanggulangan Bencana dan Tantangannya di Indonesia”. Menurut hitung-hitungan BNPB selama tahun 2016 telah terjadi 2.384 bencana alam di seluruh Indonesia.

Angka ini meningkat signifikan dibanding tahun 2015 dimana catatan bencana alam “hanya” berjumlah 1.732 kejadian.

Kini di tahun 2017, peningkatan catatan bencana 2016 kemarin harusnya menjadi peringatan awal, bahwa Indonesia masih dikepung oleh kemungkinan bencana alam, terutama yang dipicu oleh faktor hidrometeorologi, seperti banjir dan longsoran tanah.

Apalagi jika menyimak kerusakan alam di negeri ini yang makin hari malah makin membikin emosi. Keseimbangan alam tergadai, ditebus dengan ekspansi uang manusia sepanjang hari. Padahal karena bencana alam itu, BNPB memperkirakan selama tahun 2016 kemarin Indonesia merugi sebesar Rp 30 triliun. Jelas angka yang tidak sedikit, kerugian merebak karena matinya lahan pertanian, hancurnya harta benda dan robohnya rumah-rumah warga serta fasilitas umum.

Angka lain menyebutkan, sebanyak 148,4 juta warga Indonesia tinggal di titik-titik rawan bencana gempa bumi. Kemudian 5 juta warga lainnya berada di daerah rawan tsunami sepanjang pesisir Pantai Barat Sumatera, Pantai Selatan Jawa-Bali, sampai ke pulau-pulau sepanjang NTB dan NTT. Selain itu, 1,2 juta penduduk lainnya hidup di daerah rawan erupsi gunung merapi.

Paling mengejutkan dibanding kemungkinan bencana alam lainnya, ada sekitar 63.7 juta jiwa penduduk Indonesia yang hidup di daerah rawan banjir. Sementara 40,9 juta hidup di tanah-tanah pijakan yang rawan longsor.

Selama tahun 2016 kemarin, kejadian bencana alam paling banyak terjadi di Provinsi Jawa Tengah, catatan bencana di Jateng membubung sapai 639 kali kejadian dalam setahun. Diikuti oleh catatan bencana di Jawa Timur sebanyak 409 kejadian bencana, Jawa Barat 329 kali bencana. Lalu Kalimantan Timur 190 kali bencana, dan Aceh 83 kali bencana. Kelima Provinsi tersebut direkam oleh BNPB sebagai provinsi dengan catatan bencana terbanyak di Indonesia sepanjang tahun 2016.

Lalu bagaimana dengan sebaran bencana per kabupaten atau kota?

Kabupaten paling banyak dirundung bencana sepanjang tahun 2016 adalah Cilacap dengan 100 kali kejadian, kemudian Magelang dengan 56 kali kejadian, Wonogiri 56 kali, Banyumas 53 kali, dan Temanggung 50 kali.

Seperti yang disebut sebelumnya, bencana banjir memuncaki catatan bencana paling banyak terjadi di seluruh Indonesia. Banjir berulang dan terus berulang di tahun 2016 sebanyak 775 kali kejadian.

Selain itu, tahun 2016 pun mencatatkan sejarah sebagai tahun dengan kejadian banjir di wilayah yang sebelumnya tidak pernah mengalami banjir bandang. Daerah yang baru kali ini terjadi banjir besar di antaranya adalah Garut, Pangkal Pinang, Kota Bandung, Kota Bima, dan Kecamatan Kemang, Jakarta. Sebelumnya daerah ini jarang atau bahkan tak pernah sama sekali tenggelam karena banjir.

Melompat dari tahun 2016, seperti apa angka dan data bencana alam di Indonesia sepanjang Januari sampai Februari tahun 2017? BNPB menyebut, sebanyak 19 juta masyarakat Indonesia terancam banjir dan longsor karena hujan lebat sepanjang bulan Januari-Februari 2017.

Dari jumlah tersebut, sedikitnya ada 175.000 jiwa warga Indonesia terdampak banjir dan longsor sejak bergulirnya awal tahun sampai akhir Februari 2017 ini. []

Penulis: Shulhan Syamsur Rijal
Foto: Dokumentasi ACT Banjir Jakarta