Beranda > Berita Terbaru
Super Volunteer

Mas Jenggot di Kaki Kelud

17 Feb 2014
Mas Jenggot di Kaki Kelud

ACTNews, KEDIRI - Komunitas Bromo United (BMU), para pegiat radio antarpenduduk yang memanfaatkan repeater di daerah Bromo ini, mengenalnya sebagai  Toto Kurniawan, panggilannya Mas Anto. Di udara, Mas Anto disapa "Mas Jenggot" karena memang memelihara kumis dan jenggot.

Sebagai breaker, ia memahami aktivitasnya memang di ranah kerelawanan. Mengenal organisasi RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) sebagai warisan almarhum sang ayah yang bekerja di PT Telkom, dan kakak-kakaknya. "Selain ayah, kakak-kakak saya aktif nge-break," ujar member RAPI wilayah 13 ini (Kediri).

Pascaerupsi Kelud, Anto, ayah tiga anak kelahiran Pare 47 tahun silam ini, bergabung dengan Posko Induk ACT. "Saya merasakan ngerinya erupsi Kelud. Tapi seiring meningkatnya aktivitas Kelud, anggota RAPI sudah faham situasi makin berbahaya dan segera mengirim peringatan kepada anggota lainnya," ujar Anto.

Menurutnya, breaker adalah dunia komunikasi yang sarat pesan kemanusiaan. "Limabelas menit pascaerupsi, listrik padam. Komunikasi dengan fasilitas repeater dan radio antarpenduduk yang dilibati para breaker inilah yang bekerja. Kami ini memang anggotanya senior-senior, jadi isinya banyak pengabdian, sebagian klangenan. Ada mantan Dandim, mantan Camat, yang semangatnya mengabdi. Kami bangga jika berkat informasi kami, banyak orang terbantu," jelas Anto.

Anto, aktivis RAPI, satu dari 500 anggota BMU yang menebar kepedulian, peringatan kesiapsiagaan dan memotivasi sesama member yang ditimpa cobaan Kelud.

"Kami hanya jembatan, ada banyak elemen sosial lain, dan RAPI salah satunya. Di atas kami ada Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang diayomi Kemensos. Kami mitra berbagai instansi pemerintah yang terkait dengan layanan masyarakat. Edukasi dan motivasi, peringatan dini dan imbauan berbagi, upaya mitigasi, adalah sebagian peran yang mudah-mudahan bermanfaat. Peran ini selaras dengan misi ACT, sehingga saya bergabung jadi relawan," ungkap Anto yang mengaku bangga bisa menyopiri Bapak Presiden ACT, Ahyudin, sejak hari pertama di Kediri sampai hari kedua di Batu, bahkan sampai ke Blitar dan sekitarnya.

"Alhamdulillah, saya bersyukur bisa kenal teman-teman ACT," katanya mengakhiri perbincangan. (is)

---------------------

Bantuan dapat berupa barang kebutuhan pengungsi atau donasi yang dapat disalurkan melalui :

BSM # 0040119999

Muamalat # 3040031869

Mandiri # 1010004802482

BCA # 6760303133

CIMB Syariah # 5280100001006

BRI # 092401000018304

BNI Syariah # 0270360372

an. Aksi Cepat Tanggap