Beranda > Berita Terbaru
National Humanity

Tiga Aksi Wardah untuk Korban Banjir Babelan

16 Feb 2014
Tiga Aksi Wardah untuk Korban Banjir Babelan

PERIKSA GRATIS. Seorang pasien sedang diperiksa kesehatan pada acara Pelayanan Kesehatan yang diselenggarakan Wardah bersama ACT di desa Buni Bakti, Babelan, Bekasi. (Foto: Rijal)

ACTNews, BEKASI – Setelah hampir satu bulan terendam, banjir di wilayah Babelan berangsur surut. Beberapa minggu yang lalu tercatat ribuan rumah dan ratusan hektar sawah di desa Buni Bakti, Babelan, Bekasi tak berdaya dihantam derasnya aliran sungai CBL (Cikarang Bekasi Laut). Namun, surutnya banjir tak langsung menyelesaikan masalah, trauma fisik dan psikis mengancam sebagian besar masyarakat Babelan.

Menjawab permasalahan tersebut, Kamis (13/2) Wardah dan ACT berkolaborasi menyelenggarakan 3 aksi sekaligus di desa Buni Bakti, Babelan. Ketiga aksi tersebut merupakan bagian dari program pemulihan pasca bencana banjir, meliputi pelayanan kesehatan gratis, trauma healing, dan tenda dapur umum.

Usai gema azan Dzuhur, ratusan masyarakat desa Buni Bakti berbondong-bondong memenuhi halaman masjid jami Al-Iman. Tiga kegiatan berlangsung serentak dan seluruhnya diselenggarakan dengan memanfaatkan setiap ruangan di masjid Al-Iman.

Tawa riuh anak-anak menyeruak mengisi kekosongan salah satu ruang yang berada persis di sebelah masjid. Kolaborasi artis Cici Tegal, dan relawan dari Gerakan Pendongeng untuk Kemanusiaan (GePPuK) mampu menghibur dan mengobati trauma psikis anak-anak.

"Pelajaran untuk orang dewasa bahwa bagaimana anak-anak menghadapi kesulitan. Anak-anak mudah beradaptasi, sepatutnya orang dewasa belajar dari anak-anak,"ungkap Cici

Di saat yang bersamaan, persis di latar masjid. Ratusan ibu-ibu, sejumlah anak-anak dan lansia berkerubung menyelimuti meja pendaftaran di ujung pintu tenda pelayanan kesehatan. Teriknya matahari dan tetesan peluh yang mengalir membasahi wajah tak menyurutkan semangat warga Buni Bakti untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis. Sakit gatal-gatal, infeksi saluran pernafasan, demam dan keletihan menjadi keluhan utama sebagian besar warga Buni Bakti.

“Alhamdulillah, Wardah dan ACT mau mendekatkan posko pelayanan kesehatan ini dengan segala fasilitasnya, masyarakat tak perlu jauh-jauh ke puskesmas untuk mengobati sakitnya,” ungkap Dayatulloh, Kepala Desa Buni Bakti.

Ia menambahkan, pasca banjir banyak warganya yang enggan untuk segara memeriksakan kesehatannya. Alasan utama karena lokasi puskesmas yang memang cukup jauh. Namun kendala tersebut akhirnya dapat teratasi. “Petugas kesehatan di puskesmas saya tarik ke pos pelayanan kesehatan ini, Wardah dan ACT yang menyiapkan segala fasilitas dan obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat.” jelasnya.

Usai berkonsultasi dengan petugas kesehatan dan menerima obat yang dibutuhkan, pasien yang berobat pun mendapatkan satu kotak nasi dan lauk hasil jerih payah tim relawan ACT di tenda dapur umum.

Sambutan positif pun terlontar dari beberapa warga. Salah satunya adalah ibu Maya. Perempuan paruh baya yang sehari-harinya menjajakan gorengan keliling kampung Buni Bakti. “Alhamdulillah terima kasih pengobatan gratisnya, kaki kiri saya kena varises dan kutu air karena selama banjir saya masih nekat jualan gorengan keliling kampung, nerobos air banjir,” Kisahnya.

Haji Syamsudin, Dewan Masjid Al-Iman pun mengungkapkan hal senada. Baginya, tiga aksi kegiatan yang diselenggarakan Wardah dan ACT sangat tepat urgensinya. “Alhamdulillah saya lihat antusiasme warga luar biasa, warga di sini jelas sangat butuh pengobatan fisik dan psikis, sambil perlahan membangun kembali kondisi ekonomi yang ikut terhenti selama banjir ” ungkapnya. (Rijal)

---------------------                                                                                                                                                    

Salurkan bantuan anda untuk korban bencana alam di beberapa daerah di Indonesia, melalui rekening:

BSM : 004 011 9999

BCA : 676 030 3133

MANDIRI : 101 000480 2482

BNI SYARIAH : 270 360 372

An. Aksi Cepat Tanggap