Beranda > Berita Terbaru
DMII

Direktur Disaster Management Institute of Indonesia: Kontijensi itu Kolaborasi

15 Feb 2014
Direktur Disaster Management Institute of Indonesia: Kontijensi itu Kolaborasi

Tragedi erupsi gunung Kelud yang dampaknya terasa di sejumlah kota bukan hanya di Jawa tapi sampai luar Jawa, sanggup mengubah sejumlah agenda penting Indonesia (dan dunia). “Ini konsekuensi dibuatnya rencana kontijensi,” jelas M. Insan Nurrohman, Direktur Disaster Management Institue of Indonesia (DMII), lembaga yang diinisiasi ACT Foundation, di sela kunjungan dinasnya di Kediri, Blitar dan Malang, Sabtu (15/2).

 

M. Insan Nurrohman menegaskan, “Bencana itu ‘instrumen langit’ yang hebat. Baru debu Kelud saja dikibaskan, negeri adidaya Amerika sampaimelarang maskapai penerbangannya melintasi udara Indonesia. Ada tujuh bandara penting Indonesia ditutup sampai dinyatakan aman beroperasi kembali. Lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada media massa kemarin mengatakan kesiapannya menyusun rencana B bersebab kemungkinan terjadinya bencana di sejumlah daerah yang akan mengganggu kelancaran Pemilu.”

Menanggapi hal ini Insan menyambut positif. “Sikap ini menunjukkan sensitivitas yang baik, bagaimana peristiwa bencana direspon di ranah kebijakan. Sayang, ini dimainkan KPU. Menurut hemat saya, Pemerintah perlu mewaspadai maraknya bencana yang seperti tak memberi jeda waktu di awal tahun ini. Kita seperti disetir oleh alam untuk tidak berhenti bernapas, berlarian dari satu bencana ke bencana yang lain. Baru saja fase recovery di satu kejadian bencana memulai, kita kembali dibetot memasuki fase tanggap darurat di arena bencana yang lain. Bencana seperti tidak mengenal jeda waktu. Apalagi ekskalasi dari hari kehari tidak menunjukkan bencana akan menurun, bahkan semakin meluas dampak dan risikonya.”

Wajar kalau perspektif institusi KPU terbatas urusan penyelenggaraan Pemilu. Apapun yang terjadi, KPU taat azas pada jadual yang ditetapkan. Target Rencana B, tetap menyelenggarakan Pemilu dan penghitungan suara sesuai jadual, dengan memindahkan tempat pemungutan suara (TPS) yang diyakini rawan ke tempat aman, bahkan meneruskan pemilihan umum TPS Pengungsian untuk wilayah-wilayah yang dikhawatirkan terlanda bencana. Selain itu, skenario ketiga, dimungkian dilakukan penundaan atau Pemilu susulan di wilayah yang terdampak bencana atau dilanda ganguan keamanan yang bisa berakibat seluruh tahapan penyelenggaraan Pemilu tidak dapat dilaksanakan.

“Kita semua tahu, April nanti Indonesia akan menghadapi hajatan besar, pemilihan umum yang menjadi puncak panggung demokrasi di tahun 2014 ini. Kita tidak ingin biaya besar dan ongkos politik yang akan dikeluarkan oleh pemeritah akan sia-sia karena bertepatan dengan terjadinya bencana alam. Siapa bisa menduga, apakah saat pemilu dilaksanakan, akan terjadi bencana besar atau tidak di negeri ini? Ada baiknya kita hangatkan pikiran kita beberapa tahun lalu, bahwa bencana besar tahun 2009 juga terjadi pada era dan saat yang mirip, menjelang pelaksanaan pemilu. Bersyukur bencana besar tidak terjadi pada saat kita sedang menjalankan hajatan itu,” ungkap Insan.

Insan menguraikan, meskipun saat Pemilu lalu bencana besar tak terjadi, jangan-jangan pada Pemilu tahun ini terjadi sesuatu yang besar. Suasana kebatinan bangsa merasakan, ajang pemilu diliputi politik uang, pembohongan publik, keserakahan. Jangan-jangan bencana berkorelasi positif dengan keburukan-keburukan perilaku calon pemegang urusan orang banyak ini. Jangan-jangan karena ini alam menjadi murka.

“Meski tebersit pikiran seperti itu, saya tak sedang mengajak membahas ini walau membahas soal itu juga sangat menarik. Saya mengajak kita semua merenung, apakah kita sudah menyiapkan, andai yang terjadi adalah hal terburuk dari sekian dugaan saat pemilu nanti? Apa yang akan disiapkan anda saat kita melaksanakan hajatan demokrasi terbesar negeri ini, bencana terjadi?” gugat Insan.

Saran Insan, Pemerintah perlu menyusun rencana kontijensi. “Ini sebenarnya biasa dilakukan, membuat skenario respon bencana dengan sebuah rencana tanggap darurat. Mari, merencanakan segala sesuatunya sehingga kita siap menghadapi risiko terburuk saat Pemilu 2014 nanti. Kontijensi, memetakanmasalah dan menyusun skenario solusinya bersama seluruh elemen bangsa terutama yang sudah teruji selalu hadir di tengah bencana sosial dan bencana alam di negeri ini.

Kontijensi sesungguhnya tentang kolaborasi, untuk sebuah solusi bagi persoalan yang melanda negeri ini,” kata Insan penuh semangat.

“Kolaborasi, warisan leluhur bangsa ini berabad silam. Para pahlawan Indonesia berkolaborasi mengusir penjajah. Hari ini kita bisa berkolaborasi untuk menyusun rencana kontijensi bagi pelaksanaan Pemilu. Haruskah tetap Pemilu bulan April 2014, ketika gunung-gunung menaikan status kegawatannya? Meskipun Pemilu sektor teknisnya digawangi Komite Pemilihan Umum (KPU), khusus dalam situasi kegawatan negeri, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bisa menyiapkan rencana kontijensi yang melibatkan stakeholder penanggulangan bencana, terutama lembaga manapun di negeri ini yang memang teruji tidak pernah absen bekerja mendedikasikan diri dalam penanggulangan bencana,” urai Insan.

Ia menutup pandangannya,”Dahulukan kolaborasi untuk menghadapi situasi memuncaknya bencana, agar hajatan besar demokrasi tidak bersamaan dengan tangisan sebagian besar penduduk negeri ini.” (*)

______________

Merespon bencana di tanah Air, bantuan natura atau barang dapat di sampaikan ke: Posko Bencana Nasional, Perkantoran Ciputat Indah Permai, B8-9, Jl.Ir. H Juanda No.50, Ciputat. Telepon 021-7414482 atau ke Posko Kediri Ruko Gajah Mada Indah Blok A1 jalan RA Kartini No. 21 Desa Pelem, Pare, Kediri, Jawa Timur.

Buktikan kepedulian kita dengan langkah nyata memberikan bantuan untuk mereka. Bantuan dapat berupa barang kebutuhan pengungsi atau donasi yang dapat disalurkan melalui: BSM # 0040119999, Muamalat # 3040031869, Mandiri # 1010004802482, BCA # 6760303133, CIMB Syariah # 5280100001006, BRI # 092401000018304, BNI Syariah # 0270360372 an. Aksi Cepat Tanggap.

CP. Di Posko Kediri: Andhika: 0812 8259 3105, Ruli Renata : 0812 1305 181