Beranda > Berita Terbaru
National Humanity

Komunitas Sedekah Brutal Bersama ACT, Akan Bangun Shelter Sekolah

15 Feb 2014
Komunitas Sedekah Brutal Bersama ACT, Akan Bangun Shelter Sekolah

SEDEKAH BRUTAL -  Dari kanan ke kiri:  Kukuh, Meri (Mahasiswa FE-UI Pengurus Sedekah Brutal) bersama Fatma Muhammad dari CPM-ACT, berencana akan menggalang dana untuk membangun Shelter Sekolah untuk korban pergesaran tanah di Cibadak-Sukabumi.(Foto:muhajir/act)

 

ACTNews.JAKARTA – Apa yang ada di benak kita, kalau mendengar istilah kata Brutal? Tentunya kita pasti akan memandangnya sesuai dengan arti dan maknanya yaitu identik dengan istilah kata kejam, kurang ajar, tidak sopan, kasar, biadab, perilaku tidak beradab.

Namun ada yang menarik dan unik di Fakultas Ekonomi - Universitas Indonesia (FE-UI) Depok. Di sana ada satu komunitas yang menggunakan istilah brutal namun berdampak positif, menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain. Komunitas tersebut bernama Komunitas Sedekah Brutal.

Komunitas Sedakah Brutal sudah eksis dan berjalan selama 2 tahun, mulai berdiri di awal tahun 2012, tepatnya di bulan januari.  

“ Kata Brutal sebenarnya hanya pancingan saja, supaya orang-orang ingin tahu, setelah ingin tahu akhirnya mereka tertarik, ungkap Kukuh (21 tahun) Mahasiswa UI Jurusan Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi.

Komunitas Sedekah Brutal dibentuk dari Komunitas  Alumni dan Mahasiswa FE-UI . Menurut Kukuh sejarah awal berdirinya, komunitas ini ingin merangkul mahasiswa dan alumninya yang gemar bersedekah, Komunitas ini ingin kita menjadi media atau penyambung untuk di salurkan kepada pihak yang membutuhkan.

“ Saat ini sudah 8 program yang sudah terlaksana, setiap  satu tahun 4 program atau 4 bulan-an,” ungkap mahasiswa semester 6 asal Pemalang ini mengungkapkan.

Diantara program yang telah di laksanakan adalah menyalurkan sedekah masyarakat yang  kesulitan bayar rumah sakit. Pernah juga memberikan sepedah untuk ibu-ibu tukang jamu gendong di Depok, agar jualan jamunya tidak di gendong lagi, pernah juga  memberikan  modal, untuk mahasiswa  mualaf dari Indonesia Timur. Berikutya pernah juga menggelar program beri buku, bekerjasama dengan Gerakan  Memberi Buku yaitu memberikan buku kepada anak yang kurang mampu.

“Sedangkan Program terakhir yang pernah kami lakukan adalah program one man one book, jadi kita mengemas sedekahnya itu dengan paketan ada seribu paket bekerjasama dengan Gerakan UI mengajar,” tururnya.

Menurut Meri (20 tahun) Pengurus Sedekah Brutal, proses penggalangannya adalah dengan membuka rekening per tiga bulan, digalang dari alumni, mahasiswadan masyarakat lainnnya  melalui media sosial seperti Facebook, tweeter, email, webset dan data base penyedekah yang sebelumnya kita kirim e-mail kepada mereka.

Menurut  mahasiswa UI  Jurusan Ilmu Keuangan Fakultas Ekonomi ini, rencananya di awal tahu ke-3  atau program ke-9 ini, Tim Komunitas Sedekah Brutal akan bekerjasama dengan ACT .

“ Saat ini bekerjasama dengan ACT, kita sedang berencana menggarap program yang kesembilan dengan fokus utamanya  adalah recovery pasca bencana,” kata Meri. 

Yang akan dibantu adalah di daerah bencana longsor atau retakan /pergeseran tanah di Cibadak - Sukabumi .

“InsyaAllah kami bersama ACT, akan membikin shelter, untuk menampung anak-anak  belajarnya di shelter, kita berharap ada mitra lagi yang bisa bekerjasama untuk menyumbangkan dananya supaya program ini lebih besar lagi,” harapnya. (Muhajir)

---------------------

Salurkan bantuan anda untuk korban bencana alam di beberapa daerah di Indonesia, melalui rekening:

BSM : 004 011 9999

BCA : 676 030 3133

MANDIRI : 101 000480 2482

BNI SYARIAH : 270 360 372

An. Aksi Cepat Tanggap