Beranda > Berita Terbaru
Emergency Response

Brasitepu Menjadi Kota Mati

12 Feb 2014
Brasitepu Menjadi Kota Mati

KOTA MATI. Beberapa warga SInabung memandang dari kejauhan Desa Brasitepu, Kec. Simpang Empat, Kab. Karo, yang sudah menjadi kota mati sejak ditinggalkan penduduknya. (Foto: dok/act)

 

ACTNews. KABANJAHE – Desa Brasitepu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo sudah menjadi kota mati sejak ditinggalkan penduduknya mengungsi ke tempat yang lebih aman dari erupsi Gunung Sinabung . Penduduk desa tak hanya meninggalkan rumah mereka, namun ratusan hektar ladang sayur mayur yang sudah siap panen juga hancur.

Aktivitas Gunung Sinabung masih cukup tinggi, kegempaan masih didominasi gempa hybrid yang mengindikasikan pertumbuhan kubah lava masih berlangsung. Potensi erupsi disertai awan panas masih ada, meski intensitasnya menurun. Sejak Sabtu 8 Februari 2014 terjadi 2 kali erupsi dan beberapa kali guguran.

"Status masih Awas atau level IV, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas pada radius 5 kilometer dari puncak kawah. Masa tanggap darurat diperpanjang hingga Sabtu 15 Februari 2014," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan turlisnya, Minggu (9/2/2014).

Gunung Sinabung sampai saat ini masih menunjukan aktivitasnya dengan mengeluarkan awan panas dan suara dentuman dari dalam kawah. Penduduk desa sering menerobas batas aman yg dibuat aparat keamanan bersama team relawan. Ternyata erupsi Sinabung juga menjadi berkah bagi sebagian penduduk. Mereka menjual debu dan pasir hasil erupsi dalam kantong berukuran 50 kg dgn harga 10 ribu rupiah per karung. Debu dan pasir erupsi digunakan untuk menyubur kan tanah.

“Perpanjangan tanggap darurat tersebut, berdasarkan hasil rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait situasi terkini gunung Sinabung,” kata Koordinator Media Center Penanggulangan Bencana Posko Kabanjahe, Jhonson Tarigan dihubungi dari Medan, hari ini.

Menurut Sutopo, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan warga di 15 desa dan 2 dusun untuk tetap mengungsi. Desa-desa yang warganya harus tetap mengungsi itu adalah Desa Mardinding, Perbaji, Selandi, Sukameriah, Guru Kinayan, Gamber, Berastepu, Bekerah, Simacem, Sukanalu, Kuta Tonggal, Sigarang-garang, Kuta Rakyat, Kuta Gugung, Kuta Tengah, Dusun Sibintun, dan Dusun Lau Kawar.

"Di luar desa tersebut dapat kembali ke tempat tinggal masing-masing dan beraktivitas di luar radius 5 kilometer dari kawah gunung," terang Sutopo. (dari berbagai sumber).

-------

Salurkan bantuan anda untuk korban bencana alam di beberapa daerah di Indonesia, melalui rekening:

BSM : 004 011 9999

BCA : 676 030 3133

MANDIRI : 101 000480 2482

BNI SYARIAH : 270 360 372

An. Aksi Cepat Tanggap