Beranda > Berita Terbaru
Community Development

Gelombang Kepedulian Mitra untuk Sinabung

11 Feb 2014
Gelombang Kepedulian Mitra untuk Sinabung

SENYUM SUMRINGAH. Anak-anak pengungsi korban Gunung Sinabung tersenyum sumringah usai menerima bantuan makanan dari para donatur. (Foto: Dede)

 

ACTNews, KABANJAHE - Kondisi Sinabung yang sulit diprediksi membuat warga yang mengungsi menghadapi situasi yang tidak pasti. Para korban punya keinginan kuat untuk kembali ke rumah masing-masing. Namun, keinginan itu seringkali harus dipendam, karena kondisi mengancam keselamatan jiwa. Puluhan ribu pengungsi masih menyisakan nestapa sejak hampir lima bulan lalu.

 

Memperhatikan situasi Sinabung, berbagai kalangan tergugah kepeduliannya untuk berbagai dan peduli terhadap para korban Sinabung, baik publik maupun korporat. Bentuk kepedulian beragam, ACT menampungnya dalam sebuah rangkaian aktivitas kemanusiaan bertajuk "Kolaborasi Kemanusiaan untuk Sinabung".

Rangkaian kepedulian ini dikelola ACT menjadi produk-produk yang dibutuhkan para pengungsi, antara lain berupa donasi infrastruktur dari BPZIS Mandiri dan CIMB Niaga Syariah, Perusahaan Gas Negara (PGN) mendonasikan Tendan Pengungsi, SMS donasi dengan XL, serta media partner dengan MedanBagus.com dan RMOL, dan mitra-mitra lainnya.

Vice President Humanity Network Developement ACT, M Insan Nurrohman menyampaikan bahwa semakin besar keterlibatan banyak pihak, maka semakin banyak pula warga yang terbantukan. Ini merupakan gelombang kepedulian baik dari masyarakat umum (publik) maupun dari korporat dan komunitas.

"Kolaborasi akan terus berjalan selama masalah itu masih ada. Apalagi kita harus menyadari bahwa Indonesia merupakan kawasan yang rawan bencana. Setiap dari kita mesti paham dengan risiko bencana, dan inilah yang bisa menyatukan kita. Bahu-membahu mencegah, mengatasi dan memulihkan bencana perlu didukung oleh gelombang kepedulian publik maupun korporat," jelas Insan Nurrohman.

Ibu, Pesona dan Cahaya

Pada Ahad (9/2) lalu, Wardah melanjutkan program Berbagi Cahaya Peduli bersama ACT kembali memboyong Kak Seto dan Tim Pendongeng dari Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanusiaan (GePPuK) di Posko Pegungsian di Islamic Center, Kabanjahe, Kab. Karo, Sumatera Utara.

Selain kolaborasi kepedulian dengan korporat, yang menarik terjadi kolaborasi kepedulian dari kaum wanita pada hari itu. Komunitas ibu-ibu dari Satuan Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) turut ambil andil dalam acara ini memberikan bantuan pangan pada anak-anak pengungsi. Tak ketinggalan ibu-ibu dari Elzatta juga menyalurkan donasi berupa paket sandang berupa pakaian dalam, pakaian hangat serta sarung yang disebarkan pada 213 ibu di pengungsian.

Irvan Rachmawan, Marketing Communication (Marcom) Elzatta, mengungkapkan suhu udara yang dingin di pengungsian tentu semakin menekan kenyamanan pengungsi di posko. "Kami menyalurkan bantuan pada kaum ibu, karena ialah tiang keluarga. Maka dari itu, paket sandang ini tak hanya menghangatkan diri sendiri namun juga simbolisasi bahwa ibu adalah penghamgat keluarganya," pungkas Irvan. Siapa lagi yang peduli nasib mereka? (desma).

Editor: Sudayat

----------------------

Salurkan bantuan anda untuk korban bencana alam di beberapa daerah di Indonesia, melalui rekening:

BSM : 004 011 9999

BCA : 676 030 3133

MANDIRI : 101 000480 2482

BNI SYARIAH : 270 360 372

An. Aksi Cepat Tanggap