Beranda > Berita Terbaru
National Humanity

Komunitas Pendaki Indonesia Peduli

10 Feb 2014
Komunitas Pendaki Indonesia Peduli

ACTNews. JAKARTA -Rasa cemas dan penuh ketidakpastian masih menyelimuti ribuan pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung, Sumatra Utara. Hingga saat ini, nasib mereka masih tidak pasti, antara harus kembali ke rumah dengan kondisi rumah yang sudah tidak layak huni akibat tertutup abu tebal dan rusak berat karena terpaan awan panas. Mereka terus berjuang melawan dingin di bawah tenda-tenda pengungsian dengan ketersediaan logistik yang semakin hari semakin memprihatinkan.

Melihat kondisi yang semakin parah seperti ini, berbekal semangat berbagi, Komunitas #Pendaki Indonesia tergerak untuk menggalang donasi melalui posko yang didirikan di Jalan Lebak Wangi, Parung, Bogor, Jawa Barat dan jaringan anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Bantuan yang terkumpul berupa uang tunai, logistik makanan, pakaian, hingga kebutuhan balita yang dimuat dengan truk tersebut, disalurkan langsung melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT), Minggu (9/2) kemarin.

Selain kerap memberikan bantuan terkait bencana yang bersifat insidentil, Komunitas yang terbentuk melalui situs internet pada tahun 1997 ini, sudah beranggotakan sedikitnya 18.000 orang, juga terbiasa melakukan aksi-aksi sosial di antaranya donor darah, santunan untuk yatim, dll.

Budi Mulyana (40th), salah satu pengurus harian Komunitas Pendaki Indonesia mengungkapkan, pihaknya sangat prihatin terhadap para pengungsi erupsi Sinabung karena sudah terlalu lama berada di tenda pengungsian dengan kondisi yang mencemaskan.

“Kita melihat mereka (pengungsi-red) sudah terlalu lama menghadapi musibah kali ini, sekitar 4 bulan lebih bencana ini menimpa mereka. Untuk itu kami hadir dengan bantuan yang tidak seberapa ini, semoga dengan bantuan dari kami bisa memberikan semangat kepada mereka dalam menghadapi musibah,” ungkap Budi Mulyana.

Menyinggung soal donasi yang juga ditujukan untuk balita, Budi menjelaskan, permasalahan ini sering luput dari perhatian para donatur, sehingga bantuan-bantuan yang diberikan kebanyakan untuk keperluan orang dewasa, padahal dalam satu tenda pengungsian bisa ada ratusan bayi yang terlantar.

“Kita menilai kebutuhan untuk balita juga sama pentingnya dangan kebutuhan untuk orang dewasa, karena pada kenyataannya balita juga banyak yang terkena dampak bencana dan mereka harus lebih diberikan perhatian. Makanya, dalam bantuan kali ini kami juga melebihkan keperluan untuk balita,” pungkasnya. (Banyu Erwin)

Editor: Sudayat

-----------------------

Salurkan bantuan anda untuk korban bencana alam di beberapa daerah di Indonesia, melalui rekening:

BSM : 004 011 9999

BCA : 676 030 3133

MANDIRI : 101 000480 2482

BNI SYARIAH : 270 360 372

An. Aksi Cepat Tanggap