Beranda > Berita Terbaru
Emergency Response

Urgensi Pelkes bagi Warga Korban Banjir Manggarai

10 Feb 2014
Urgensi Pelkes bagi Warga Korban Banjir Manggarai

ANTUSIAS  - Sejumlah warga termasuk anak-anak korban banjir di Kelurahan Manggarai, tampak tertib mengantre menunggu giliran pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Divisi Health for Humanity Comdev-ACT, Ahad (9/2). (Foto:rijal/act)

 

ACTNews.JAKARTA – Sudah hampir satu bulan penuh bencana banjir menghampiri sebagian masyarakat ibukota. Kondisi curah hujan yang belum menentu, menjadikan fenomena banjir bagai mengalami fase pasang surut. Berhari-hari tergenang, kemudian surut, lalu banjir datang lagi. Akibatnya, di beberapa lokasi, terutama wilayah bantaran sungai, banyak warga yang enggan kembali ke rumah masing-masing. Mereka lebih Bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Kondisi seperti ini tentu berdampak buruk bagi para pengungsi. Bencana yang berkepanjangan di tambah sanitasi lingkungan yang buruk jelas berimbas pada degradasi kesehatan, baik itu kesehatan fisik, maupun psikis. Pasca fase penanganan evakuasi darurat banjir, saat ini warga sangat membutuhkan pelayanan kesehatan yang terpadu.

Merespons permasalahan tersebut, Divisi Health for Humanity ACT di bawah komando direktorat Comunity Development (Comdev) ACT bergerak cepat menyelenggarakan beberapa kegiatan yang bersifat penanganan kesehatan pasca banjir.

“Kegiatannya meliputi edukasi kesehatan, trauma healing, dan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis serta pemberian obat-obatan,” tutur ZhiyyaUrrahman, Penanggung Jawab Divisi Health for Hummanity ACT.

Ahad, (9/2) Divisi Health for Humanity Comdev-ACT kembali menggelar kegiatan pelayanan kesehatan (pelkes), kali ini berlokasi persis di kawasan bantaran sungai Ciliwung, Kelurahan Manggarai, Rt 01/Rw 04.Berdasarkan data dari Suyatno, Ketua RT 01/ RW 04, lebih dari 16 titik di wilayah ini terendam banjir hampir satu bulan.

Sejak pagi hingga siang hari, Antusiasme warga setempat cukup terasa. Tercatat 75 warga mendaftarkan diri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. “Kegiatan positif seperti ini jelas amat dibutuhkan oleh warga korban banjir, pasca air surut pasti selalu ada warga yang terjangkit penyakit gatal-gatal, infeksi saluran pernafasan dll.,” ungkap Suyatno.

Tak hanya orang dewasa, sejumlah pasien anak-anak pun terlihat mendatangi pos pelayanan kesehatan. Di temani oleh orang tuanya, beberapa balita hingga remaja belasan tahun mengeluhkan sakit di di tenggorokandan diare.

Menurut Edi Sutanto (29), dokter yang bertugas di posko pelayanan kesehatan, anak-anak korban banjir Manggarai banyak yang terkena infeksi saluran pernafasan, diare, hingga infeksi saluran telinga. “Anak-anak kan cenderung susah diatur, kondisi banjir seperti ini mereka justru asik main di air yang kotor, jelas mereka mudah terjangkit virus yang menginfeksi saluran pernafasan,” Imbuhnya.

Dokter Sutanto menambahkan bahwa pelayanan kesehatan tak hanya sekedar pemberian obat-obatan semata, urgensinya lebih untuk mendidik masyarakat agar jauh dari penyakit pasca banjir.

“Seminimal mungkin anak-anak jangan dibiarkan jajan sembarangan, kurangi makanan instan, pulihkan pola makan, dan banyak makan buah-buahan,” jelas Sutanto. (Rijal)

---------------------

Salurkan bantuan anda untuk korban bencana alam di beberapa daerah di Indonesia, melalui rekening:

BSM : 004 011 9999

BCA : 676 030 3133

MANDIRI : 101 000480 2482

BNI SYARIAH : 270 360 372

An. Aksi Cepat Tanggap