Beranda > Berita Terbaru
Emergency Response

Pentingnya Posko Pengungsian Ramah Anak

09 Feb 2014
Pentingnya Posko Pengungsian Ramah Anak

TENDA CERIA. Salah satu contoh posko pengungsian ramah anak, mereka dapat hak-haknya seperti ada sarana bermain, tempat belajar, dapur umum, ada toilet khusus anak-anak, dll. (Foto: Banyu Erwin)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir data sementara kejadian bencana selama 2013, dengan total 356 bencana. Dampak dari bencana tersebut tercatat ada 297 orang meninggal, 412.391 jiwa mengungsi, 27.762 rumah rusak, dan ratusan fasilitas umum rusak.

Banjir terjadi 122 kejadian hingga menimbulkan korban 93 orang meninggal 355.248 mengungsi dan 17.920 rumah rusak. Longsor terdapat 84 kejadian dengan 128 orang meninggal, 42.762 jiwa mengungsi, dan 685 rumah rusak, serta total kerugian ekonomi ratusan miliar rupiah.

Hal ini, menyebabkan kerentanan dimasyarakat meningkat, apalagi jutaan penduduk Indonesia bertempat tinggal di daerah-daerah rawan tinggi dari bencana dan sekian persennya adalah anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Menurut M Insan Nurrohman, VP Humanity Network Department – ACT, pengalaman menunjukkan walaupun pola-pola diskriminasi dan pelecehan terhadap hak ekonomi, sosial, dan kultural mungkin sudah terjadi selama tahap tanggap darurat di situasi bencana alam, risiko terjadinya pelanggaran-pelanggaran terhadap HAM akan semakin besar seiring dengan semakin lamanya situasi pengungsian berlangsung.

Senada dengan Insan Nurrohman, perhatian pemerintah terhadap anak-anak korban bencana masih kurang. Buktinya, kata psikolog anak, Seto Mulyadi, pendataan terhadap anak dan perbandingan mereka dengan orang dewasa saja belum akurat.

"Artinya, pemerintah lebih memperhatikan yang dewasa," ujar Seto Mulyadi kepada wartawan, Ahad (2/2/2014).

Indikasinya, menurut Kak Seto, bisa dilihat dari data anak-anak korban pengungsian yang tidak akurat dan tidak jelas. Berapa jumlah anak-anak yang ada di pengungsian? Berapa perbandingannya dengan orang dewasa? Tidak ada angka pasti, tapi setidaknya tercatat data di beberapa titik pengungsian bencana alam erupsi Gunung Sinabung, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperkirakan sebanyak 10.540 pengungsi adalah anak-anak dari total 30.117 pengungsi.

Sebagai kelompok rentan, anak-anak paling terabaikan dalam penanganan bencana di Indonesia. Penanganan bencana lebih banyak kepada menyelamatkan harta benda, tetapi kurang mempedulikan kejiwaan anak-anak. Padahal, tanpa pemulihan, trauma anak bisa dibawa hingga dewasa.

Orang-orang yang terkena dampak bencana-bencana alam, termasuk anak-anak harus menikmati hak-hak dan kebebasan-kebebasan yang sama menurut hukum hak-hak asasi manusia (HAM) seperti orang-orang lain di negara mereka dan tidak boleh mendapat perlakuan yang diskriminatif.

Melihat potensi tersebut, maka sudah menjadi sangat penting menjadikan anak Indonesia cerdas dan terlindungi dari setiap potensi bencana yang ada melalui “Posko Pengungsian Ramah Anak” yang akan kita sebut dengan nama “TENDA CERIA”.

“Posko Pengungsian Ramah Anak ini akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari pengelolaan posko dan penanganan pengungsi korban bencana,”jelas Insan Nurrohman.

Menurut Insan, konsep Posko Pengungsian ramah anak ini dirancang dan di-design segala sesuatu yang menjamin hak-hak anak, seperti : ada Tenda Ceria yang dirancang seperti Home Schooling, yang akan mengkondisikan anak-anak untuk adaptasi dengan lingkungan baru di pengungsian.

“Tenda anak-anak terpisah dengan orang tuanya, kecuali balita yang masih tergantung dengan orang tuanya. Ada tenda dapur umum yang memperhatikan gizi anak dan orang tua berkebutuhan khusus, dan tidak di campur antara menu anak-anak dan menu untuk orang dewasa, ada toilet yang dikhususkan untuk anak-anak, dan ada sarana bermain untuk anak-anak,” kata Insan. (dyt)

Salurkan bantuan anda untuk korban bencana banjir di beberapa daerah di Indonesia, melalui rekening :

BSM : 004 011 9999

BCA : 676 030 3133

MANDIRI : 101 000480 2482

BNI SYARIAH : 270 360 372

PERMATA SYARIAH : 097 100 1224

CIMB : 0800100 984 009

An/Aksi Cepat Tanggap (ACT)